Adanya istilah “Indon” yang ditujukan oleh Malaysia kepada Warga Negara Indonesia yang menetap disana menimbulkan perasaan tidak enak dalam diriku. Terlebih setelah menerima pesan lewat situs myspace.com yang aku punya. Karena ia dengan polos menagatakan “aku Indon” juga. Seumur hidup aku adalah orang Indonesia (tidak kurang tidak lebih). Dari hasil penglihatan dan bacaan yang ada istilah ini secara tidak langsung menyepelekan bangsa ini.

Indon digambarkan sebagai “orang-orang tidak pintar (bodoh)”. Aku heran dan bertanya-tanya Indonesia dan Malaysia kan serumpun, bersaudara (?).  Jadi tak usahlah ada pengistilahan yang demikian. Toh, keberadaan suatu bangsa yang besar dan “pintar” dilihat dari seberapa besar penghargaan yang diberikan untuk bangsa lain. Bukan dari seberapa banyak tenaga kerja asing dapat ia bayar dan pekerjakan dinegerinya sendiri.

There no place to Negro, aborigin, ainu, Indon or something else. World is just a place for HUMAN…no words can explain it…!!!

Iklan