Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

bulan

Oktober 2008

Silahkan dijawab!!!

1. Kenapa orang penting suka telat? Lebih penting mana orang penting yang datang belakangan atau orang nggakpenting yang datang duluan…

2. Kenapa orang-orang yang disebut seniman suka tampil aneh dan suka yang aneh-aneh? Emang sudah dari sananya,bawaan orok atau cuma biar bisa eksis???

3. Kenapa orang-orang pada demo RUU POrnografi dan Pornoaksi? Ibu-ibu, bapak-bapak (yang pada demo) sadar dong…negeri ini (dulunya) banyak menghasilkan orang-orang berkelas  yang punya integritas dan inteletuaktualitas bukannya bom seks kelas atas!!! soal budaya mah…kita juga sama-sama tahu (rundingkan dengan kepala dingin)!!!

4. Figur “ibu” dio TV (Sinetron) kok cuma jadi “hantu?” menakutkan, mengerikan, dandanan serba menor, suka menghardik, suhu no. wahid dalam mengajari anak2nya yang tidak baik. Ibu dan anaknya (putra-putri) kok cuma dijadikan penjahat?  9 bulan 10 hari itu bukan lah berkah untuk melahirkan orang-orang yang ujung2nya cuma bisa bawa musibah. TOLONGLAH PARA IBU (yang katanya  sekelas KARTINI) DIGAMBARKAN SESUAI FITRAHNYA…Mbak Rieke Diah Pitaloka (LSM Prempuan) kalau ada waktu lebih baik ini yang didemo dan diperjuangkan.

5. Katanya penduduk Indonesia itu dari SABANG sampai MERAUKE. Tapi kenapa yang dapat bantuan dan tetek bengek soal kesejahteraan rakyat hanya sekitar “pulau itu saja (jawa)? Subsidi gasnya mana buat pulau-pulau yang lain???

Sesudah Pelayaran

Kini, aku telah kembali

dari sebuah pelayaran

telah kujadikan gelombang itu syair

dalam malam hujan

yang membuatku berpuisi

sepanjang musim

untuk sepotong matahari

yang kujanjikan bersama angin

lalu…

Laskar Pelangi dan Kebiasaan Presiden Nonton Film

Keberhasilan novel laris Lakar Pelangi sepertinya semakin   menjadi-jadi. Tidak cukup hanya menjadi buku sastra terlaris sepanjang masa dan “Indonesia Most Powerful Book” kini novel karangan Andrea Hirata tersebut juga ikut “aji mumpung” coba peruntungannya di dunia film. Penayangan filmnya pun telah dimulai sekah beberapa pekan silam. seperti sudah dapat diduga, filmnya pun ikut LARIS MANIS. Ribuan penonton rela antri untuk menyaksikan petualangan 10 bocah Belitung tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, orang biasa, artis hingga pejabat negara tak mau ketinggalan.

Menonton filmdi bioskop pun semakin menjadi hal wajib di negeri ini. Entah bermutu atau tidak (kecuali Laskar Pelangi) yang penting nyok ke bioskop…Hal ini setidaknya terbukti dari promosi lewat lisan yang gencar dilakukan oleh Ketua Organisasi Keagamaan di negeri yang secara kebetulan kisah ini berlatarbelakang organisasi yang ia pimpin. Belum lagi jika ditambah dengan kehadiran orang no. 1 negeri ini untuk turut menyaksikan film besutan Mira Lesmana dan Riri Riza.

Tentunya seperti yang kita ketahui film ini bukanlah film pertama karya anak negeri yang disaksikan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dimulai dari film Denias, Senandung Di Atas Awan, Ayat-ayat Cinta dan yang terakhir Laskar Pelangi pernah disaksikannya.  Tanggapan positif pastilah mewarnai setiap film. Bagi sang presiden setipa film meninggalkan kesan tersendiri.

Namun apakah sebuah film juga hanya akan menjadi “sekedar tontonan” bagi seorang penguasa negara ini, yang memiliki kekuasaan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bagi negaranya. Presiden turut terharu ketika menyaksikan Denias begitu pun halnya dengan kisah Laskar Pelangi. Bangsa ini tentunya tidaklagi butuh sekedar keharuan yang tentunya sangat disadari apa yang dalam gambar tersebut bukan hanya gambar. Tapi adalah kenyataan yang ada di negeri. Kisah 10 bocah Belitung yang bernasib memprihatinkan tersebut masih banyak di negera yang semakin mengukuhkan diri sebagai kandang para koruptor  ini.

Saya ingat ketika beliau (Presiden SBY) berujar kepada media seusai menonton Laskar Pelangi
“Pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Kita bangga bangsa ini masih memilki figur seperti Ibu Muslimah dan Bapak Harfan!”

Tapi apa yang beliau lakukan sesudah itu? Hanya pulang, bekerja, kembali melakukan lawatan dalam dan luar negeri dan kalau ada film bagus (box office) bolehlah kita tonton lagi…

“FILM MUNGKIN HANYALAH GAMBAR DARI SUATU REALITA YANG KEBETULAN ADA DAN HADIR DI TENGAH-TENGAH KITA!”

sebuah sajak dan dunia tuk abak

aku inginkan malam-malam ketika kau bertanya kabar

dan berdiri di ambang pintu, menantiku

ingatan-ingatanku pun kini gelisah

namun ku hanya dapat tuai pasrah

menatap tempat yang selalu jadi singgasanamu

kala panas menyengat dan membuatmu mengumpat,

ketika hujan tak kunjung reda

tempat kau menjinakkan badai

dan mengurut dada

ataupun helaian gorden yang menjadi jendela tempat kita berjumpa

tempat dimana kau senantiasa bercerita

tentang harihari kecilmu saat kita masih dijajah

tentang keluhan akan bocah-bocah yang selalu tengadah

tentangmu…

adalah sebuah dunia kecil yang penuh dengan kue-kue, suara

rerumputan, kacamata yang selalu kau lupa

dan sapaan yang kan selalu ku rindu…

*teruntuk abak (10 Agustus 2008) kepergian menjelang keberangkatan….I’m gonna miss u, now and never!!!

sebentuk syair

aku tak hendak jadikan semua puisi

sebab aku bukanlah manusia puitis

aku tak hendak jadikan semua tangis

sebab aku tak ingin selalu meringis

aku tak hendak jadikan semua luka

sebab aku tak ingin terlahir dari darah

aku tak hendak jadikan semua mimpi

sebab aku tak ingin sesak kala terjaga

padang, 8/10/08

teruntuk angin dan hujan

malam ini hanya sisakan gelisah

tentang sebuah pelayaran, yang entah kapan usai

tolong selamatkan…

jika ia kembali

ku ingin, kita saling berjabat

KKN, Bag 2

Bersosialisasi di tengah masyarakat bukanlah suatu hal yang gampang untuk dilakukan. Berinteraksi, melihat, dan memahami apa yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari mereka. Banyak kejadian menyenangkan, lucu, menegangkan dan mengherankan yang kami (terutama aku) rasakan. Mulai dari perbedaan karakter yang dimiliki oleh masyarakat di lingkungan (3 mesjid) yang jadi tanggung jawab kami, keadaan ekonomi yang miris (di sana masih banyak keluarga miskin), jumlah anak-anak yang banyak di setiap mesjid (ada yang untuk murid SD saja jumlahnya 90 lebih, kebayang kan gimana pusingnya kalau semuanya berada dalam satu mesjid), hingga satu kejadian yang bikin aku heran, ibu-ibu di sana kebanyakan lupa tanggal lahir anak-anaknya sendiri, sungguh mengherankan. Tapi meskipun lokasi aku KKN ini masih kawasan pinggir kota tetapi tantangan yang dirasakan tetap sama kok, bahkan mungkin melebihi jika dibandingkan dengan pelaksanaan KKN di daerah (pedesaan/perkampungan) lainnya. But now, it’s time to say goodbye and back to my real life….KKN akan selalu kukenang deh…!!!

Kampus Lengang

Akhirnya Senin kemarin (6/10) aku kembali ke kampus. Seperti biasa suasana kampus masih jauh dari normal. Mahasiswa yang hadir belum seberapa. Mungkin masih sibuk dengan urusan lebaran. Teman-teman dekatku pun masih banyak yang belum kelihatan batang hidungnya. Jadi deh, seharian kemarin kerjaanku cuma merhatiin mereka yang hadir, terutama mahasiswa baru. Oh ya…aku dengan 2 orang temanku (yang sudah hadir) menyempatkan diri buat silaturahmi dengan dosen-dosen. KAlau dosen sih sudah banyak yang hadir dengan tampilan yang lebih “kinclong” tentunya…!!!

Lebaran Sepi

Derai hujan dan dinginnya malam mengiringi gema takbir yang saling bersahutan hari itu. Hari kemenangan telah tiba. Minal aidin wal faidzin…

Yap…suasana lebaran kali ini terasa berbeda dari perayaan idul fitri dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain mendung yang menggelayut di malam takbiran ada satu kejadian yang membuat segala sesuatunya benar-benar berbeda. Beberapa bulan sebelumnya, Agustus, Kakek yang aku cintai berpulang ke rahmatullah. Tepat sehari sebelum keberangkatanku ke lokasi KKN. Perasaan haru, bahagia bercampur menjadi satu malam itu. Ramadhan tanpa kakek terasa berbeda apalagi jika aku harus merasakan lebaran tanpa dirinya. Sekarang sudah nggak ada lagi orang yang selalu menanyakan kabarku setiap hari. But I realize, thats a life…MISS U GRANDPA!!!

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog