Keberhasilan novel laris Lakar Pelangi sepertinya semakin   menjadi-jadi. Tidak cukup hanya menjadi buku sastra terlaris sepanjang masa dan “Indonesia Most Powerful Book” kini novel karangan Andrea Hirata tersebut juga ikut “aji mumpung” coba peruntungannya di dunia film. Penayangan filmnya pun telah dimulai sekah beberapa pekan silam. seperti sudah dapat diduga, filmnya pun ikut LARIS MANIS. Ribuan penonton rela antri untuk menyaksikan petualangan 10 bocah Belitung tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, orang biasa, artis hingga pejabat negara tak mau ketinggalan.

Menonton filmdi bioskop pun semakin menjadi hal wajib di negeri ini. Entah bermutu atau tidak (kecuali Laskar Pelangi) yang penting nyok ke bioskop…Hal ini setidaknya terbukti dari promosi lewat lisan yang gencar dilakukan oleh Ketua Organisasi Keagamaan di negeri yang secara kebetulan kisah ini berlatarbelakang organisasi yang ia pimpin. Belum lagi jika ditambah dengan kehadiran orang no. 1 negeri ini untuk turut menyaksikan film besutan Mira Lesmana dan Riri Riza.

Tentunya seperti yang kita ketahui film ini bukanlah film pertama karya anak negeri yang disaksikan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dimulai dari film Denias, Senandung Di Atas Awan, Ayat-ayat Cinta dan yang terakhir Laskar Pelangi pernah disaksikannya.  Tanggapan positif pastilah mewarnai setiap film. Bagi sang presiden setipa film meninggalkan kesan tersendiri.

Namun apakah sebuah film juga hanya akan menjadi “sekedar tontonan” bagi seorang penguasa negara ini, yang memiliki kekuasaan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bagi negaranya. Presiden turut terharu ketika menyaksikan Denias begitu pun halnya dengan kisah Laskar Pelangi. Bangsa ini tentunya tidaklagi butuh sekedar keharuan yang tentunya sangat disadari apa yang dalam gambar tersebut bukan hanya gambar. Tapi adalah kenyataan yang ada di negeri. Kisah 10 bocah Belitung yang bernasib memprihatinkan tersebut masih banyak di negera yang semakin mengukuhkan diri sebagai kandang para koruptor  ini.

Saya ingat ketika beliau (Presiden SBY) berujar kepada media seusai menonton Laskar Pelangi
“Pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Kita bangga bangsa ini masih memilki figur seperti Ibu Muslimah dan Bapak Harfan!”

Tapi apa yang beliau lakukan sesudah itu? Hanya pulang, bekerja, kembali melakukan lawatan dalam dan luar negeri dan kalau ada film bagus (box office) bolehlah kita tonton lagi…

“FILM MUNGKIN HANYALAH GAMBAR DARI SUATU REALITA YANG KEBETULAN ADA DAN HADIR DI TENGAH-TENGAH KITA!”

Iklan