Akhir tahun memang sdelalu menyisakan sensasi, tak terkecuali tahun ini. Insiden “sepatu terbang” merupakan berita paling hangat yang hingga detik ini masih meninggalkan kejadian-kejadian yang sepertinya akan menjadi catatan sejarah (dunia). Bukan hanya catatan sejarah AS dan Irak. Tuhan itu Maha Adil. Dan keadilan itu sepertinya datang tepat di saat yang dibutuhkan.
Kita tentu masih ingat di tahun 2003 lalu,negara AS dengan gelar “super power” bertindak semaunya. Masuk ke rumah orang tanpa permisi. Menggeledah dan menjarah rumah orang (Irak). Penjarahan dan perampasan itu terus berlangsung hingga akhir 2008 ini dengan mengatas namakan “perang melawan terorisme dan senjata pemusnah massal!”
Lima tahun telah berlalu, apa yang dicari tidak jua ditemukan. Kebohongan, penganiayaan, kemiskinan dan depresi, dan tragedi tercecer di mana-mana. Di berbagai sudut negeri 1001 malam itu. AS pun kemudian dengan gegap gempita akan menyambut “kehidupan baru” bersama presiden terpilih Barack Obama. Amarah, kesedihan, kekesalan yang masih tertinggal entah ke mana harus dirunpahkan.
Maka jelang penyerahan jabatan (kekuasaan) kepada presiden yang baru, Januari 2009 depan, hadiah sepasang sepatu pun dilayangkan.
Sepasang sepatu menjadi cerita tutup tahun dan masa jabatan yang tragis dan tak terlupakan bagi negara super power itu di masa akan datang.
Entahlah, buah sepasang sepatu ini akan menjadi penyadar bagi mereka atau sebaliknya, ancaman dan alasan di masa mendatang. Kita harap Obama tidak lupa dengan jargon “Yes We Can dan We Need Change”-nya.

Iklan