Membaca berita di salah satu portal berita lokal (Padang Kini.com) saat Henidar Amroe (aktris) yang juga berdarah Minang itu perasaan campur aduk pun mendera. Bukan apa-apa dalam media cetak yang aku baca sebelumnya kunjungannya ke Padang dalam rangka syuting sebuah film yang bersetting di ranah minang sekaligus “pulang kampung” menjadi ajang bagi aktris yang bermain dalam film “Mereka Bilang Saya Monyet” ini untuk merasakan suasana kampung halaman. Namun apa dinyana sebagaimana yang dimuat dalam portal tersebut “Padang, nggak Padang banget!”, ungkapnya
Gambaran kekecewaan dapat kita baca dari kalimat tersebut. Yang lebih memilukan ia (dalam berita) tersebut juga membandingkan antara Padang (Sumatera Barat) dengan Bali, yang secara kultur hingga saat ini mau tidak mau kita harus angkat jempol! Meski berita tentangnya hanya dimuat beberapa paragraf, namun kalimat itu menjadi sindiran, skak mat atau entah apa namanya bagi KITA-KITA (yang merasa) berdiam di tanah para tokoh ini. Apa lacur ia tidak bisa disalahkan sepenuhnya, kepulangan dari rantau mendatangkan hal yang mengecewakan (dia dan orang kampung). Kampung halaman memang sudah berubah…
Semoga ini bisa menjadi cambuk, teguran, dll yang dapat membuat kita berbenah (lagi) mengurusi kampung halaman yang kian tergerus zaman!

Iklan