Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

bulan

Agustus 2009

Bagaimana Rasanya?

Pertanyaan di atas mengegetkanku. Setelah perhelatan wisuda kemarin adik-adik (kru Suara Kampus) secara spontan menghujaniku dengan pertanyaan, pernyataan dan hal lain yang mereka utarakan. Salah satunya kalimat di atas. Menutupi kekagetanku, aku hanya tersenyum.

Beberapa detik selanjutnya aku lewatkan dengan diam. Bagaimana rasanya..??? Kalau aku diizinkan untuk berkata jujur “entahlah” mungkin itu jawabanku yang sebenarnya. Meskipun sebentuk syukur telah lama aku rangkai, jauh sebelum prosesi wisuda itu berlangsung. Pertanyaan ini jika aku jawab dengan kilat hanya akan menghasilkan “aku senang, aku bahagia” ataupun jika kesombongan menderaku “aku bangga!” Entahlah apakah jawaban di atas akan memuaskan orang-orang yang penasaran bertanya padaku, semoga saja!

Bagaimana rasanya? Hmm…Setidaknya setelah prosesi wisuda itu aku menjadi tahu bahwa pikiranlah langkah dan jalan yang sebenarnya. Apapun yang kamu kehendaki, silahkan pikirkan dan jalani! Yap, waktu akan menjadi bentuk akhir dari pembuktian tersebut.

Bagaimana rasanya? Aku masih memikirkan jawaban dari pertanyaan ini yang bahkan hingga detik ini masih aku cari kemungkinan-kemungkinan jawabannya.

^_^

Iklan

Sebuah permohonan

malam tiada kan berupa
ia hanyalah sebentuk warna
kelam hadiah kepada diam
silahkan rangkai katamu
lalu,
terpukaulah!jodie-foster-20060830-156804

Menyambut Ramadhan

Alhamdulillah tahun ini Ramadhan kembali datang. Esok umat Islam mulai melaksanakan ibadah puasa selama lebih kurang 30 hari. Ramadhan dengan segala keistimewaannya menjadi jeda dalam hari-hari penat orang-orang (Islam khususnya). Tiap muslim berlomba-lomba untuk memperoleh nikmat dan rahmat Ramadhan (Entah sesudahnya). Namun merupakan sebuah hal yang mesti dihargai. Maka menjelang detik-detik Ramadhan ini, saya mengucapkan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Mohon Maaf Lahir dan Bathin!”

^_^

sajak merdeka

hingga malam adalah gersang
dan matamu menjamu luka
itulah saat di mana aku tiada
sebuah salam dariku
menjadi tanda mata

NB: Untuk para pahlawan yang tiaa dan ditiadakan
“entah kapan negeri ini benar-benar merdeka?”

Aku Bahagia

Fiuuhhh..akhirnya setelah berkejar-kejaran dengan waktu proses perkuliahan yang aku jalani selama 4 tahun ini berakhir dengan indah. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Semua beban, was-was, cemas, sedih hilang semua (untuk sementara). Bukan hal yang gampang untuk menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi dalam waktu beberapa bulan tersebut. Terlebih mengingat diriku bukan tipe kutu buku. Malah sebaliknya, aku lebih suka bekerja diburu waktu. Waktu sekolah (SLTA/MAN) dulu, istilah SKS (Sistem Kebut Semalam) identik denganku. Namun yang lebih parah hingga masa kuliah kebiasaan jelek ini belum juga hilang.

Kerepotan-kerepotan yang semestinya tidak terjadi, malah bertubi-tubi menimpaku. Syukur kepada Allah pada akhirnya semuanya bisa berjalan dengan lancar. Kemarin prosesi wisuda pun aku jalani dengan “mengharu biru”. Apakah tantangan untuk mengembalikan ilmu pada tempatnya, alam dapat aku lakukan dengan baik?!

Semoga saja aku dapat melakukannya dengan baik. Kebiasaan-kebiasaan jelek yang selama ini aku pelihara berkurang mudah-mudahan bisa hilang, amin!

SEMANGAT!!!

Earthquake Warning

Beberapa hari terakhir gempa kembali mengguncang Padang Kota Tercinta. Entah untuk kali ke-berapa gempa menggetarkan kami. Satu hari ini saja, lebih kurang 5 kali guncangan gempa kami rasakan. Terakhir waktu magrib tadi. Meskipun bukan yang pertama tapi tetap saja gempa bikin “shock”. Apalagi gempa menjelang bulan Ramadhan. Ini dalam amatan sementaraku saja. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan gempanya berhenti, amin.

Rubrik baru nih…

Resensi merupakan rubrik baru yang sengaja aku bikin di blog. Tujuannya cuma satu, biar tulisan yang selama ini aku bikin jadi bermanfaat (bukan buatku saja!). Jadi di rubrik Resensi ini nantinya akan aku muat resensi dari apapun (buku, kaset, fil, dll) yang aku suka. Buat launching perdana (hehehe) cuma ini dulu yang aku muat. Tunggu aja yang lainnya okey…!

Narasi Cantik : Cari Aku di Canti

Cari aku di canti

Tak banyak yang ingin bergelut dengan keunikan budaya lokal dalam berkarya. Salah satu di antaranya adalah Wa Ode Wulan Ratna. Lewat kumpulan cerpen Cari Aku di Canti, perempuan kelahiran 23 Agustus 1984 itu seolah ingin memperlihatkan dominasinya dalam penulisan karya sastra dengan ciri khas sosial budayanya. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ratih Kumala, β€œCara bertutur Wa Ode Wulan Ratna dalam cerpen-cerpennya mengalir lancar. Ia juga cerpenis yang tepat jika ingin mengkhususkan diri untuk mengangkat tema lokal yang kental.”
La Runduma menjadi sajian awal dari buku kumpulan cerpen Cari Aku Di Canti yang berhasil menyematkan titel penulis muda berbakat (Khatulistiwa Literary Award 2008) kepada Wa Ode Wulan Ratna. Narasi-narasi selanjutnya pun tak kalah menyentuh dan menyegarkan. Ada 12 narasi yang satu per satu mencoba menyingkap tabir misteri yang ada pada suatu daerah. Pengekangan terhadap perempuan, dilema, penyesalan, serta kemanusiaan menjadi tema yang menarik dari masing-masing cerita. Lewat kumpulan cerpennya Wa Ode Wulan Ratna semakin memperlebar kesempatan penulis-penulis lainnya, khususnya perempuan untuk berkarya dan menyuguhkan sesuatu yang berbeda. (Ade)

NB : Resensi ini pernah dimuat di rubrik suara pustaka, Tabloid Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang ^_^

Hujan, agustus

Bulan Agustus sepertinya masih menyisakan kesedihan di samping kebahagiaan yang akan menjelang. Republik Indonesia meraih kemerdekaannya di bulan Agustus. Namun lebih dari setengah abad kemudian, bulan Agustus justru menandai duka anak bangsa. Tercatat nama-nama “orang penting” bangsa ini berguguran.

Sesudah kematian penyanyi eksentrik Mbah Surip yang terkenal dengan lagu “Tak Gendong” berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa, beberapa hari kemudian kabar kematian kembali menjelang. Kali ini penyair “Burung Merak, WS Rendra yang tutup usia beberapa hari menjelang perayaan hari jadi tanah air tercinta ini. Yaah..bangsa ini memang telah banyak kehilangan putra terbaik. Entah kapan akan lahir “orang-orang besar” lainnya. Di tataran dunia, tercatat Cory Aquino juga mengakhiri “perjuangannya (melawan kanker) di bulan ini.

Semoga arwah mereka mendapatkan tempat yang layak, amin! `~

ws-rendra

Ada Mumi di Padang

Kemarin aku dan kakakku menghabiskan weekend dengan pergi melihat mumi di Plaza Andalas/ Ramayana. Hal yang menarik, mengingat sebelumnya jika liburan tiba satu-satunya tempat yang kami tuju adalah toko buku. Tetapi berbeda kali ini.

Ada Mumi di Padang, hal yang langka dan barangkali tidak akan terulang. Maka dengan semangat 45, sekitar pukul 4 sore kami berdua berangkat menuju tempat pertunjukkan tersebut. Lebih kurang selama 10 menit di angkot kami pun tiba di Plaza Andalas. Tidak terlalu ramai memang, tapi baguslah, kami lebih leluasa tuk window shopping (sekalian).

Setelah menaiki eskalator kami tiba di lantai 4 tempat tur mumi berlangsung. Dengan terlebih dahulu menyaksikan film tentang proses pembuatan mumi, tur mumi pun dimulai.

Seorang guide dan seorang satpam mengantarkan kami ke ruang tempat mumi tersebut. Rada takut, tapi rasa penasaran lebih mendominasi. Jadilah, diriku lirik sana lirik sini. Banyak benda menarik yang dipajang di kiri kanan kami, sayang rasa penasaran tadi kurang terobati karena kita tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar, tapi tak apalah, no problem yang penting dah lihat mumi. Oh ya… di kiri kanan kami berjejer patung benda-benda zaman peradaban mesir kuno (masalah keaslian kami tidak tahu pasti). Mulai dari patung binatang, lukisan-lukisan hierogliph, terakhir tentunya mumi itu sendiri yang ditempatkan di tengah ruangan.

Sekujur tubuhnya dibalut dengan perban. Mumi tersebut katanya sih merupakan mumi raja Tut (Tutankhamum, benar nggak ya tulisannya?) yang tewas pada usia 19 tahun gara-gara sebuah penyakit misterius. Beberapa alasan sempat dijelaskan oleh guide tur-nya. Salah satunya adalah, karena pukulan benda keras. Bebeda dengan mumi yang dilihat di TV yang biasanya berada dalam peti mati kuno lengkap dengan replika raja-raja mesir, mumi yang ini hanya diletakkan di dalam peti/ ruang kaca. Kita lebih leluasa untuk melihatnya. Di akhir tur, para pengunjung boleh untuk ber-foto gratis dengan latar piramid dan raja mesir dengan bantuan fotografer dari EO yang bersangkutan. So liburan weekend kali ini cukup menyenangkan meskipun ada rencanaku yang gagal, but it’s okay! ^_^

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog