Pertanyaan di atas mengegetkanku. Setelah perhelatan wisuda kemarin adik-adik (kru Suara Kampus) secara spontan menghujaniku dengan pertanyaan, pernyataan dan hal lain yang mereka utarakan. Salah satunya kalimat di atas. Menutupi kekagetanku, aku hanya tersenyum.

Beberapa detik selanjutnya aku lewatkan dengan diam. Bagaimana rasanya..??? Kalau aku diizinkan untuk berkata jujur “entahlah” mungkin itu jawabanku yang sebenarnya. Meskipun sebentuk syukur telah lama aku rangkai, jauh sebelum prosesi wisuda itu berlangsung. Pertanyaan ini jika aku jawab dengan kilat hanya akan menghasilkan “aku senang, aku bahagia” ataupun jika kesombongan menderaku “aku bangga!” Entahlah apakah jawaban di atas akan memuaskan orang-orang yang penasaran bertanya padaku, semoga saja!

Bagaimana rasanya? Hmm…Setidaknya setelah prosesi wisuda itu aku menjadi tahu bahwa pikiranlah langkah dan jalan yang sebenarnya. Apapun yang kamu kehendaki, silahkan pikirkan dan jalani! Yap, waktu akan menjadi bentuk akhir dari pembuktian tersebut.

Bagaimana rasanya? Aku masih memikirkan jawaban dari pertanyaan ini yang bahkan hingga detik ini masih aku cari kemungkinan-kemungkinan jawabannya.

^_^

Iklan