Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

bulan

Desember 2009

Tabir Kudus

di antara keping-keping sajak ini
di antara lamun yang sansaikan diri
di antara ingatan-ingatan lapuk
di antara bayang senja yang usang
di antara ribuan desir angin
padamu, bu
segala warna bagai tabir kudus
segala rupa adalah jalan kembali

kembali
kembali

NB : For My Mom
“Selamat Hari Ibu (22/12/2009)

Iklan

Bye The Day…

Dalam beberapa hari lagi kita semua akan menyongsong hari yang baru. Yap menunggu pergantian tahun (2010). Sebuah kebetulan yang menyenangkan ketika pergantian tahun (Hijriyah dan Masehi) saling berdekatan.

Tahun 1430 H/ 2009 M telah dilewati besama. Banyak hal menyenangkan, menarik, membanggakan ataupun menyedihkan terjadi di tahun ini. Entah kenapa tahun ini banyak perisitiwa yang terjadi di luar dugaanku. Tahun yang menarik. Terlebih mendekati akhir tahun yang bagi sebagian orang dirayakan dengan kegiatan-kegiatan yang telah dirancang jauh-jauh hari. Sedangkan bagiku tahun baru = tidak ada perayaan. Cukup dengan refleksi diri via diary!

Bagi kami sekeluarga pergantian tahun (baru) bukanlah sebuah hal yang wajib dirayakan secara rutin. Tergantung “mood” masing-masing aja. Meskipun begitu beberapa hari yang lalu, satu undangan untuk menghadiri kegiatan pergantian tahun baru telah mampir ke handphoneku. Sebuah acara diskusi.

titian
langkah

Seperti manusia kebanyakan, harapan dan cita-cita tentunya sudah tegambar jelas di dalam kepala dan hati. Tanpa tahu apakah akan menjadi nyata atau perlu usaha lebih untuk mewujudkannya. Singkatnya semua hal-hal baik yang belum terkabul tahun ini, semoga tahun depan ada jalannya. Peristiwa manis semoga terulang yang tragis dan menyakitkan semoga tak ada lagi. Karena memperbaiki hati dan diri bukanlah pekerjaan yang gampang. Terlebih ketika kita merasa bukan “si penjahat”. Berkompromi dengan diri sendiri untuk menerima hal-hal yang berada di luar diri dan keinginan kita sungguh merupakan hal yang sulit dan rumit ^_^

SELAMAT TAHUN BARU 1431 H/ 2010 M

sekerat usia seribu perjalanan

di antara seribu perjalananmu
ada sekerat usia manusia belum berupa
dalam tiap langkahmu
laksana pinta dari hati kecilku yang selalu bernyanyi
terima kasih tuhan
tuk segala sempurna

NB:
Buat Papaku,
I LOVE U MOST!!!
(10 Desember 2009)

Hari yang Berdekatan

Dalam hidup selalu ada hal-hal yang bersifat kebetulan. Entah kebetulan itu menyenangkan atau tidak, melegakan atau mengecewakan. Sebagai contoh beberapa hari yang lalu terdapat dua hari “penting” yang kebetulan sama dan berdekatan, yaitu hari anti korupsi (9/12) dan hari HAM se-dunia (10/12)

Hari yang pertama, hari anti korupsi (9/12) gaungnya semakin menjadi-jadi setelah pemerintah menetapkan program kerja pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebagaimana yang kita ketahui pergantian orde dalam pemerintahan selalu menyisakan “penyakit”. Maka korupsi menjadi salah satu penyakit yang ditinggalkan oleh orde baru. Penyakit yang hingga kini masih belum sembuh, malah jika tidak segera diobati akan bertambah parah, bahkan tidak tertutup kemungkinan komplikasi yang ujung-ujungnya kematian. Tidak bisa dipungkiri untuk masalah korupsi Indonesia masih dalam “peringkat juara”. Masih bertahan dalam urutan 5 besar di dunia. Kekayaan selalu membutakan mata. Terlebih jika kita menyaksikan tayangan-tayangan hari. Kasus-kasus yang tak terselesaikan, membosankan dan sungguh memalukan!

Ingin bertanya kepada pemerintah, sepertiny percuma. Entah kapan-kapan Indonesia memiliki pemimpin yang benar-benar konsisten, berani, percaya diri, punya harga diri dan tangguh menghadapi segala musuh. Hmmmm….

Satu hari berikutnya adalah hari HAM se-dunia. Seperti yang sudah-sudah, media massa pun tidak mau kehilangan “moment”. Segala persoalan HAM kembali diungkit, luka-luka lama pun kembali berdarah. Namun selanjutnya…???

Jika kita ingin berkeluh kesah mungkin tidak akan pernah selesai di sini. Tapi demikianlah hidup. Dua hari yang kebetulan berdekatan, kebetulan kedua-duanya sama penting dan kebetulan banyak hal yang belum terselesaikan di dalamnya!

Terlepas dari hal di atas, bagiku “kebetulan” ini sangat menyenangkan. Aku baru menyadari jika tanggal 10 Desember memiliki arti tersendiri. Ternyata pada peringatan hari HAM tersebut (10/12), papaku juga memperingati hari jadinya (ulang tahun). Ketika orang sibuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap hari HAM tersebut, aku dan keluarga alhamdulillah diberikan kesempatan untuk merayakannya. Merayakan hari ulang tahun papaku. Tidak mengundang banyak orang. Cukup hanya kami. Sebuah perayaan sederhana yang semoga saja berarti. Hari yang membahagiakan

padamu kawan

finding road

kelak bila jejakku merupa luka
di telapakmu, maafkanlah
perjalanan selalu menyisakan perih dan lelah
kawan

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog