selamat jalan
selamat jalan
Selalu saja ada berita mengejutkan datang dari tanah air Indonesia yang kita cintai ini. Dua hari yang lalu, tepatnya tanggalnya 30 Desember 2009 bangsa ini dikejutkan dengan berita wafatnya seorang tokoh penting bangsa. Seorang Bapak Presiden (Era Reformasi) telah berpulang ke rahmatullah. Seperti kepergian tokoh penting lainnya, Abdurrahman Wahid atau yang biasa dikenal dengan Gusdur ini diiringi dengan isak tangis negeri. Mulai dari keluarga, sejawat, karib kerabat, murid hingga orang-orang yang mengenalnya lewat Televisi. Kerumunan massa yang ingin mengucapkan salam perpisahan tak lagi bisa dibendung.

Presiden Republik Indonesia (1999-2001) ini menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.45 akibat komplikasi berbagai penyakit yang dideritanya. Kepergian tokoh yang dikenal dengan selera humornya ini pun meninggalkan jejak kenangan yang tak akan dilupakan. Mulai dari pembawaannya beliau yang khas (santai), komentar-komentar “nyeleneh” yang kadang menyebabkan salah paham hingga berbagai kebisaan yang beliau miliki. Banyak hal pantas untuk diteladani dari sosok Presiden yang juga kerap diidentikkan sebagai tokoh Pluralis.

Jelang perayaan tahun baru di berbagai belahan dunia, Indonesia kembali harus menusap air mata, mengobati perih dari sebuah kehilangan. “Selamat Jalan Gusdur, Selamat Jalan Presidenku!”

Iklan