tanah kepulangan

entah bagaimana aku bisa menggilai kata
mereka-reka aksara
seperti hari ini,
aksara itu jatuh satu per satu
berserak di tanah-tanah tempatku berpijak
dan anehnya tiap tetes air mata,
gelak tawa, seringai,
olok-olok dan mimpi-mimpi buruk
menjadi narasi-narasi suci
di kemudian hari

“bukti kita telah sama-sama merasai”

Iklan