di permulaan Ramadhan alif yang terbata itu perlahan telah dibaca

dari ruang sunyi yang kita diami masing-masing

rapalannya kini menuai makna tuk Sang Maha

segala puji tercurah

do’a yang terlupa itu pun

kini telah tumpah di antara dua bola mata

(mendapati Ramadhan yang berbeda, 10-8-2010)