Saya baru saja selesai membaca catatan (notes) yang ada di situs jejaring sosial facebook (grup Suara Kampus) yang kemudian ide pun mengalir dari pikiran ini. Yap, dua buah tulisan yang membicarakan ceret dan cawan. Tak ada yang istimewa kalau kita hanya menganggapnya sebagai benda mati. Dua buah benda yang kerap berada di dapur dan digunakan sebagai pelepas dahaga. Ceret tempat untuk menyimpan air yang akan diminum atau selesaiΒ  dimasak. Sementara itu, cawan tempat atau wadah air yang telah disimpan di dalam ceret. Rasanya saya pun tak pernah mengalami hal yang menggelikan, menyedihkan ataupun menghibur dari kedua benda itu. Namun yang sedikit berbeda dari ceret yang saya miliki di rumah adalah tampilan unik dari ceret-ceret itu.

ceret
ceret

Waktu masih kecil di rumah kami hanya memiliki dua ceret aluminium. Ukurannya pun cukup besar untuk menampung air yang akan diminum oleh dua keluarga tersebut. Saya, etek dan amak kami tinggal di satu atap. Hanya berbeda ruang. Jadi apapun yang ada di rumah selalu dalam porsi besar. Termasuk air yang kami konsumsi tiap harinya. Aku ingat setiap kali merebus air kami akan merebusnya dalam satu periuk besar. Air tersebut merupakan jatah untuk satu atau dua hari ke depan. Saat haus air dalam ceret itu kami tuangkan ke dalam cawan atau gelas. Aku pun selalu diingatkan untuk banyak minum air putih.

Hal unik dari ceret itu bukanlah bagaimana kami akan mencari ceret itu ketika haus. Namun tutup ceret itu sendiri. Abak atau kakek memang manusia paling kreatif yang ku kenal. Jika tutup ceret itu rusak, bolong atau sudah tidak enak dipandang mata, maka abak dengan ide-ide uniknya akan memperbaiki tutup ceret itu. Biasanya abak akan membuat tutup yang sama dari kayu yang dibuat sesuai dengan ukuran ttup ceret itu sendiri. Selain itu untuk menjaga agar bibir ceret yang melengkung bersih dari debu, pernah suatu kali abak menggunakan wadah agar-agar dari plastik sebagai penutupnya. Wadah agar-agar yang unik dan terbuat dari plastik ini dijadikan abak sebagai alternatif agar air yang diminum kondisinya tetap steril dan terlindung dari debu.

Setiap kali melihat ceret aku akan tersenyum sendiri mengingat masa kecilku dan kepintaran abak dalam membuat sesuatu menjadi menarik dan unik, tak terkecuali ceret aluminium yang kami miliki. Kemudian juga pesan abak untuk meminum air dingin yang telah bermalam dari ceret. Air dingin dari ceret yang telah dimalamkan biasanya lebih segar dan menyehatkan. (Padang, 26/5/2011)

***

Iklan