Kisah Matahari

Ribuan matahari terbenam
Dalam jiwa yang berpacu
Mencari pandang terakhir
Sebelum segala usai
Seperti serpihan debu
Yang menutup mata sendiri
Dan diam-diam maut
Menjadi pengantar segala
Jarak yang entah kapan sampai
(Dms-Pdg, 24/7/2011-19/7/2011)

 
Oi

Segala duka telah jadi
Selimut malam ini
Kedatangan kemarin merupa kepulangan
tiada berpintu
Gelak tawa pun rekam sejumput kecewa
Yang tak sempat dipahami
Hingga sayang, waktu tak lagi
di situ
(Padang, 19/7/2011)

 

Hari Yang Tanggung

Entah bagaimana segala luput
Sebelum genap dalam riang
Yang kerap kita kirim
Di malam sebelumnya
(Padang, 19/7/2011)

Iklan