Seandainya kita dihadapkan pada pilihan untuk memiliki waktu yang panjang dengan orang yang kita sayangi, tentu kita akan secara serempak memilih waktu yang panjang tersebut. Baik itu dengan keluarga, teman, sahabat, rekan kerja, kekasih maupun orang lain yang penting bagi kita. Waktu yang panjang ini tentunya akan lebih memberikan keleluasaan bagi kita untuk melakukan berbagai hal dengan mereka. Menikmati setiap hal yang terjadi. Detik per detiknya. Entah itu berupa suka dan duka yang akan kita nikmati tersebut. Namun bagaimana halnya bila yang terjadi sebaliknya. Kita hanya memiliki waktu yang sedikit. Apakah kita akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan terus berharap diberi waktu yang panjang oleh Tuhan?

Jika kita dapat leluasa dengan waktu panjang yang kita miliki bagaimana halnya dengan waktu singkat (pendek) yang kita miliki atau diberikan pada kita. Bagaimana cara kita bersenang-senang dengan waktu yang singkat/pendek tersebut? Waktu yang singkat ini tentunya juga disebabkan oleh banyak hal. Seperti situasi dan kondisi yang memang mengharuskan demikian. Sebagai contoh ketika kita mengikuti sebuah pelatihan ataupun kegiatan-kegiatan singkat, liburan sekolah, libur kerja, perpisahan dengan orang yang kita sayangi atau mungkin saja kematian. Continue reading “So Little Time = Sweet Time”

Iklan