Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

bulan

Agustus 2011

Dirgahayu RI Ke-66

Dirgahayu Indonesia ke-66. “Semoga semakin jaya dan menjadi lebih baik dalam hal apapun.”

Sepertinya kita membutuhkan lebih banyak hari untuk mengistimewakan negeri ini. Bukan sekedar satu hari yang menjadikan kita peduli akan banyak hal. Namun sesudah itu kita kembali lupa. Lupa untuk peduli, menyadari atau memperbaiki hal-hal yang kita anggap tiak seharusnya terjadi.

Semoga setelah ini, kita benar-benar menyadari untuk mencintai Indonesia tidak cukup hanya dengan satu hari.

Nb: Oh ya, ulang tahun kemerdekaan kali ini juga berbarengan dengan Nuzul Quran.Semoga segalanya benar-benar berkah bagi diri dan negeri ini, amin ^_^

Iklan

Love this

Saya tidak tahu apakah kalimat-kalimat ini berupa puisi atau sekedar kata-kata dari sebuah film. Tapi yang pasti saya menyukainya. Bagi kawan-kawan yang ada versi lengkapnya atau informasi lengkapnya mohon di share di blog ini ya. Kata-kata ini saya ambil dari film Morning Glory yang dibintangi oleh Rachel Mc. Adams, Harrison Ford dan Diane Keaton.

*Pria kecil mabuk
Wanita kecil yang mengantuk
Dua orang mengantuk
Di awal cahaya fajar
Dan terlalu mencintai untuk mengucapkan
Selamat tidur
Selamat tidur

Semoga anda juga suka yaaa… ^_^

Forgiven Not Forgotten

Seorang kawan pernah mengatakan “kita tidak mungkin lupa dengan seseorang”. Seseorang yang pernah singgah dan menjadi bagian dari hidup kita. Entah hal ini tepat atau tidak. Pada awalnya saya kurang sepakat, kami pun sempat berdebat perihal “lupa-melupakan” ini. Namun setelah mengalaminya sendiri, hmm…memang tidak mudah rupanya. Saat ini saya ingin tahu bagaimana cara melupakan. Saya ingat salah satu judul lagu yang pernah dipopulerkan oleh The Corrs, Forgiven Not Forgotten. Memaafkan sepertinya lebih mudah daripada melupakan.

mencari cara untuk lupa
mencari cara untuk lupa

Sejauh ini saya akui, memang belum berhasil untuk melupakan. Namun hal ini pun tidak dapat dijadikan pembenaran jika mengingat (orang, kenangan, dll) merupakan bagian yang perlu kita pertahankan. Dunia terus bergerak. Segala kenangan pun akan berpindah tempat. Perlahan ia akan mencari ruang lain di dalam diri. Tempat yang hanya kita ketahui seorang diri. Kita pun tidak mungkin menyesali segala yang telah terjadi dan berharap segalanya akan berbeda. Berandai-andai atas sesuatu yang telah terjadi sepertinya hanya akan membuang-buang energi dan waktu. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah berdiam sejenak. Merasai diri, mencari tahu apakah kita memiliki kemampuan dalam menghadapi apa yang telah terjadi. Khususnya hal yang tidak menyenangkan.

Kita tidak pernah tahu seperti apa jalan Tuhan dalam kehidupan. Takdir seperti apa yang telah disiapkan untuk kita. Sepertinya kita pun tidak usah terpaku untuk terus mengingat siapa, apa dan bagaimana segala hal (kenangan) itu terjadi. Yang berlalu biarlah berlalu. Kita seharusnya mampu bersikap adil dalam menjalani kehidupan ini. Bukan saja untuk ketenangan dan kenyamanan diri sendiri. Tetapi juga kenyamanan orang lain yang datang dalam kehidupan. Kita harus bisa (mampu) memilah segala ingatan tersebut. Tidak menjadikannya sebagai ujaran yang harus kita ulang terus menerus. Kita tidak mungkin sedih terus menerus, menyesal ataupun mengumpat. Karena alam hanya akan bereaksi sesuai dengan reaksi kita dalam menghadapi sesuatu. Hal penting selanjutnya adalah menghargai segala bentuk ingatan (kenangan) baru yang diberikan Tuhan tersebut, menyimpannya di dalam kotak atau ruang yang telah kita sediakan. Barangkali hanya itu saja.

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog