senja di tanah ini tidak lagi merah, perempuan

mendung telah menyergap segala kedatangan
yang sempat merupa ragu
ya, barangkali puisi adalah undangan
paling ramah dan sempurna yang kuterima
** “seakan-akan ada yang mengetuk pintu
dan kresek langkah di laman
tapi aku hanya melihat sisa butir-butir air di daunan bonsai
barangkali hingga senja mempercepat derap tungkainya”

sebuah pesan darimu yang ku baca berulang
perempuan rindu pertemuan, rupanya
sementara hujan jatuh satu persatu
jejakku pun menuju ke lamanmu, gegas

lalu sejumput maaf jadi pengantar ketukan di pintu
derapku telah sampai
dan kita kembali bercakap-cakap
di antara derai yang lamat-lamat kian deras
hari itu
(Padang, 22/10/2011)

**pesan singkat perempuan air, Fitra Yanti

derapku telah sampai
derapku telah sampai
Iklan