kota-kota menua
saat jemari kian resah menghitung tanggal-tanggal yang berjatuhan
dari kelopak matanya
dari tiap genggaman yang menandai waktu bukan milik sesiapa
dari lalu lalang yang kerap menjadi penanda waktu pulang
dari segala yang dinamai janji

kota-kota menua
sementara kita semakin pulas tidur
terlupa tuhan
teringat petaka
terkutuk cinta
terberkati segala durhaka

kota-kota menua
dalam kutuk
dalam sumpah serapah
dalam percakapan hilang makna
dalam kesetiaan parade perih

kota-kota menua
ketika ujaran merupa
selamat datang duka
selamat kembali segala buruk
selamat pergi segala bahagia
selamat tinggal sukacita
dari negeri bernama luka

Padang, 06/12/11 – 12:58

Iklan