: tunai janji – Sonya Winanda Sikumbang

perempuan, biarkanku datang padamu
dengan sukacita yang telah lama tertahan
akan kurapatkan kenangan
persingkat segala jarak
yang tiada henti menjadi nyanyian
ataupun pesan-pesan yang selalu kubawa pulang
dan baca berulang itu

perempuan, kau tahu bersitatap dan bercakap
tak pernah cukup
untuk menepis segala yang datang
umpama bocah yang diam-diam
menjadi penjahat kecil
berusaha peroleh segala ingin
begitupun aku
yang kerap lupa kapan
terakhir kali membidik parasmu
berlagak seperti yang kumau
dan tersenyum saat cahaya merekam siluetmu

perempuan, kini tanah pun saksi
kau, aku dan berlembar-lembar gambar hitam putih
adalah sepasang cinta yang kita sebut
amin
(Padang, 22/1/2012)

Iklan