aku mencuri sajak dari penyair yang kau suka
kata-kata dalam laman 140 karakter
sebagai hadiah dan ucapan terima kasih
telah berkenan menjadi saudariku
di lain waktu kan kurangkai
sajak dari hatiku
tunggu saja
(ade faulina)

Ibukota cinta adalah ibu.

Kamu dan hatimu jalan berdua seperti kakak dan adik. Adik minta baju bergambar bunga, kakak memberinya setangkai bunga.

1. Ia kehilangan kata cinta, rindu, dan asu yang ia simpan di bawah bantal. Tengah malam ia mengigau menjerit-jerit: Twit! Twit!
2. Hanya dengan satu twit kau mendarat di mataku. Hanya dengan tiga twit kau sekarat di bibirku.
3. Sudah jam tiga pagi lebih sedikit. Layar komputernya sudah berembun. Matanya mulai rabun. Tapi hatinya masih saja twit.
4. Rindu disobek sedikit-sedikit, lama-lama menjadi twit.
5. Dompetku sedang twit, Tuhan sayang sehingga aku lupa sembahyang.
6. Tuhan, aku twit Kau setiap malam, tapi Kau bilang doaku masih terlampau panjang.

Ia rela muter-muter ribuan kilometer agar kelak bisa mengucapkan doa terbaiknya dalam 140 karakter.

Ia hanya minta sebuah cinta, kau memberinya seribu sajak cinta.

Malam keluar setelah seharian suntuk di kamar. Bercermin sebentar, menyeduh kopi, menyalakan mimpi. Sudah cantik walau belum mandi.

Jangan bercermin sebelum tidur supaya kamu tidak bermimpi bertemu hantu.

Ayahanda mengajakku terbang ke kota. Ibunda mengajakku pulang ke desa. Ananda berkicau di kandang ini saja sebab hatinda sedang luka.

Senja meninggal secara tragis saat bermain petir. Hujan menguburnya di ladang banjir.

Ketika jalanan macet dan tubuh lesu, kuingat ibu sedang menjahit senja yang terluka oleh rinduku.

Hujanmu sudah kutrima dengan baik. Sudah kupotong-potong jadi batang-batang air. Akan kubagi ke anak-anak senja yang baru lahir.

NB: Kalimat-kalimat di atas merupakan sajak Joko Pinurbo yang ada di twitternya (@jokopinurbo) ^_^

Iklan