Tanggal 20 Januari lalu, aku dan adikku memiliki kesempatan menyaksikan Kick Andy Off Air di Auditorium Kampus UNAND, Limau Manis. Bintang tamu yang dihadirkan dalam acara yang dipandu oleh Andy F. Noya tersebut, yaitu Nugie, Wahyu Aditya, Rene Suhardono. Kick Andy Of Air kali ini mengambil tema “Lentera Jiwa”. Sekitar dua jam para bintang tamu satu per satu mengisahkan bagaimana mereka menemukan Lentera Jiwanya masing-masing. Lentera Jiwa yang dimaksudkan di sini merupakan sesuatu yang benar-benar menjadi hal yang kamu inginkan dalam hidup. Sesuatu yang benar-benar menarik minatmu. Lentera Jiwa tersebut bisa berasal dari hobi, bakat ataupun hal lainnya yang menjadi cita-cita atau impian.

Masing-masing narasumber secara menarik menyampaikan bagaimana mereka menemukan Lentera Jiwanya. Seperti seorang Nugie yang di awal karirnya di dunia music mendapat tantangan dari orang tuanya. Kedua orang tua Nugie tidak mengizinkannya untuk berkarir di dunia musik. Bukan itu saja, demi mengikuti kata hati dan menemukan Lentera Jiwanya, Nugie pun memutuskan untuk berhenti dari FISIP Universitas Indonesia, kampus kebanggaan bangsa Indonesia. Untuk menemukan Lentera Jiwa memang bukan perkara mudah. Kita perlu mengetahui, menggali dan merasakan apa yang menjadi kecintaan kita. Hal apa yang membuat kita rela tidak tidur, rela meninggalkan apapun hingga memimpikan hal-hal yang kita perjuangkan itu menjadi kenyataan. Karena dengan Lentera Jiwa bisa membawa kita ke mana saja.

Live your dream – Share your passions!

Lentera Jiwa, bukanlah sebuah isapan jempol atau omong kosong belaka. Buktiny banyak orang yang sengsara, tidak bisa menikmati hidup ataupun berusaha maksimal dalam memperoleh apa yang mereka inginkan. Bahkan banyak dari kita yang terjebak arus. Terperangkap dalam rutinitas yang membuat kita jenuh, bosan hingga menyesali diri dan parahnya menjadi putus asa dalam menjalani hidup ini. Rene Suhardono, narasumber berikutnya secara terampil menyajikan bagaimana rutinitas itu membelenggu diri kita. Sehingga setiap orang pada dasarnya perlu mencari dan menemukan Lentera Jiwanya masing-masing. Dalam dua tampilan video disajikan bagaimana dampak dari masing-masing pilihan.
Video A menyajikan gambar seseorang yang dengan gembira mengikuti arus. Diilustrasikan dengan video animasi seseorang yang berenang mengikuti arus untuk mencapai apa yang jadi impiannya. Dan video berikutnya, Video B menggambarkan seseorang yang berjalan di jalan gelap dengan sebuah lentera di tangannya, mencari berbagai petunjuk agar dapat sampai di tujuan. Hasil yang ditunjukkan oleh masing-masing video pun berbeda. Video A menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti arus cenderung tidak tahu hasil apa yang mereka peroleh. Apakah itu baik atau buruk. Dari ilustrasi video A, si tokoh pada akhirnya sampai di air terjun yang di dalamnya telah menanti seekor buaya yang siap memakannya. Sedangkan video B menggambarkan hal sebaliknya. Si tokoh dengan “Lentera” jiwanya mampu menemukan jalan keluar. Dengan keberanian, akal dan hati lentera jiwa akan membawa kita ke tempat yang dituju.

Selain menampilkan video-video ilustrasi bagaimana Lentera Jiwa bekerja, Rene, penulis Buku Your Job is Not Your Career tersebut juga menampilkan kata-kata penuh semangat yang dapat siapa saja (penonton) kembali bersemangat. Kata-kata tersebut antara lain : Dream Job – bekerja sesuai strength (aktivitas asyik yang membuat kita lebih kuat). Skill are cheap – Passions is Priceless. Do what your Love and do it often. Live your dream – Share your passions!!! Dari kata-kata tersebut tampaklah, jika Lentera Jiwa bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Namun ia perlu dicari, dirasakan dan dilakukan sesering mungkin. Karena pada akhirnya seperti yang diilustrasikan oleh video Rene, yang merasakan manfaat dan kegembiraan dari itu semua bukan orang lain. Tapi adalah diri kita sendiri!
Setelah Nugie mengisahkan bagaimana suka duka dalam menemukan Lentera Jiwanya dan menjadikan Lentera Jiwa sebagai pilihan hidup. Rene Suhardono dengan segala motivasi agar kita mencari Lentera Jiwa kita dan melakukannya secara sungguh-sungguh agar kita bahagia. Acara yang dibuka dengan penampilan Boyband, PentaBoys itu pun dilanjutkan dengan penuturan Wahyu Aditya tentang kebahagiaan dalam menjalani Lentera Jiwanya. Pemuda eksentrik ini pun berkisah jika Lentera Jiwa pada diri seseorang tidak bisa dibendung ataupun ditahan. Seperti pengalaman yang dituturkan oleh pemuda berkaca mata ini di hadapan ribuan mahasiswa Unand saat itu.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun terlahir dari keluarga dengan latar belakang profesi di dunia kedokteran, tetap tak menghambat antusiasme dan ambisinya untuk menekuni dunia animasi. Sejak sekolah dasar hingga menengah, Wahyu telah mengasah kemampuannya dalam dunia gambar tersebut. Hingga ia pun memutuskan untuk menjadi seorang animator. Wahyu dengan suara khasnya pun menyebutkan bagaiman asyiknya menjadi seorang animator, memenangkan penghargaan yang berkaitan dengan dunia yang ia cintai hingga karya-karyanya yang diminati dan diakui oleh dunia luar! Sebuah pencapaian yang tentunya tidak bisa dianggap remeh. Maka sebagai seorang pemuda yang cinta tanah air, Wahyu pun menularkan kecintaannya ini pada para pemuda lainnya. Wahyu antara lain mendirikan sekolah animasi yang telah melahirkan sekitar 3000 animator. Membuat logo atau lambang kantor, lembaga hingga mengajak para pemuda untuk berkreasi, menunjukkan nasionalismenya melalui baju kaos yang telah dilengkapi dengan gambar para tokoh nasional.
Ketiga narasumber tersebut secara mengesankan tampil sebagai orang-orang yang berhasil menemukan lentera jiwa mereka. Berani serta bersungguh-sungguh dalam melakoninya. Waktu yang mereka butuhkan pun tidak sebentar. Dari mereka kita belajar kesabaran dan ketekunan dapat membawa kita pada hal yang barangkali tidak kita duga atau bayangkan sebelumnya. Oleh sebab itu cari dan temukan Lentera Jiwamu, jadilah apa yang kamu mau sekarang juga. Semoga!!! ^_^ (Padang, 28/02/2012)

Iklan