HUJAN DAN LAGU-LAGU TUA

Seperti kata ibu
Hujan dan lagu-lagu tua
Adalah perantara kita dan Tuhan
Tersebab doa-doa terlalu keras
Sedangkan para malaikat
Telah menghilang
Dalam amin yang panjang

Padang, 4/5/2012

NEGERI JAUH

negeri jauh
negeri di mana kata adalah syair
yang jelma Adam dan Hawa
tempat para malaikat menari dan melagukan Tuhan
dengan tiada habis-habisnya

sedangkan kita bersenang-senang di bawah langit
sambil rapal
surga hanya bagi kami
neraka bagi jahanam
lalu kita kembali berpura-pura sadar
kematian lebih dekat daripada nadi
tempat Tuhan bersemayam
ampuni kami
pada doa dosa terakhir

Padang, 15/5/2012

BERTANDANG KE PECINAN

hanya ada aksara tak dimengerti
cat-cat koyak
bangunan retak hingga menunggu roboh
gadis-gadis dengan rok mini
bau dupa telah dibakar
dan kita yang sama-sama lupa
mereka senantiasa di sana

Padang, 22/1/2012

KOTA-KOTA MENUA

kota-kota menua
saat jemari kian resah menghitung tanggal-tanggal yang berjatuhan
dari kelopak matanya
dari tiap genggaman yang menandai waktu bukan milik sesiapa
dari lalu lalang yang kerap menjadi penanda waktu pulang
dari segala yang dinamai janji

kota-kota menua
sementara kita semakin pulas tidur
terlupa tuhan
teringat petaka
terkutuk cinta
terberkati segala durhaka

kota-kota menua
dalam kutuk
dalam sumpah serapah
dalam percakapan hilang makna
dalam kesetiaan parade perih

kota-kota menua
ketika ujaran merupa
selamat datang duka
selamat kembali segala buruk
selamat pergi segala bahagia
selamat tinggal sukacita
dari negeri bernama luka

Padang, 06/12/11 – 12:58

*)) Puisi-puisi ini dimuat di koran cyber.com tanggal 5 Juni 2012

Iklan