609a6421691c081fae10fbc48caa3b8c36b2f116_m Kenapa manusia diharuskan untuk bekerja? Apa jadinya jika di dunia ini manusia tidak bekerja? Sampai kapankah manusia diharuskan untuk bekerja? Hmm…pertanyaan-pertanyaan ini secara bergantian mengusik pikiranku. Jawaban sederhananya hanyalah karena manusia memiliki keharusan untuk bertahan hidup. Dan salah satu cara yang dapat digunakan untuk bertahan hidup adalah dengan bekerja.
Bekerja, apapun jenis pekerjaan itu akan memberikan sesuatu pada diri manusia. Baik itu berupa materi maupun non-materi. Meski tak dipungkiri kebanyakan dari kita bekerja untuk mengharapkan materi. Entah materi tersebut nantinya digunakan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun sebagai penambah kekayaan. Semuanya tentu saja dikembalikan pada “si pencari kerja”. Poin positif utama dari bekerja tentu saja materi. Namun selain materi, juga banyak orang-orang yang bekerja untuk kepuasan batin (non-materi).
Orang-orang yang termasuk golongan ini biasanya lebih menyukai menyebut apa yang mereka kerjakan sebagai sebuah profesi. Profesi yang berarti mengerjakan sesuatu hal yang menjadi kesukaan (hobi) mereka. Seperti profesi sebagai seorang penulis, penyanyi, motivator, dosen ataupun profesi lainnya. Dengan “bekerja” mereka dapat merasakan efek positif terhadap diri mereka sendiri dan juga lingkungan di sekitar mereka. Dengan bekerja mereka tidak saja mendapatkan materi. Namun juga hal-hal yang bersifat non-materi. Seperti kebahagiaan, kebanggaan ataupun prestise yang mengharumkan nama.
Jika dihadapkan pada dua pilihan ini apakah kita ingin bekerja demi materi saja memiliki sebuah pekerjaan (profesi) yang kita sukai. Tentunya kita mengharapkan yang kedua. Betapa tidak, dengan mengerjakan apa yang menjadi kesukaan (hobi), kita akan merasa lebih nyaman. Dan apa yang kita kerjakan terasa lebih menyenangkan. Kita akan dapat terhindar dari tekanan-tekanan yang mungkin saja membuat kita stres atau berputus asa. Namun satu hal yang perlu kita ingat tidak semua orang beruntung, memiliki kesempatan atau tepatnya berani memilih mengerjakan apa yang mereka sukai.
Bukan pekerjaan gampang untuk memutuskan menggeluti profesi pada bidang yang kita sukai ataupun berjuang jatuh bangun demi apa yang kita cintai. Tekanan-tekanan yang dihadapi tentunya juga berbeda. Setiap pilihan memiliki resiko masing-masing. Yang perlu kita lakukan hanyalah, memikirkan, mempertimbangkan lalu memutuskan sesuatu yang baik menurut kita. Tapi dengan syarat berani untuk menanggung resiko yang ada.
Pada dasarnya dengan bekerja ataupun menggeluti profesi (demi materi maupun non-materi) kita akan dihadapkan pada tujuan yang sama , yaitu demi menunjukkan eksistensi kita di muka bumi. Kita tentunya tidak ingin menjadi makhluk yang sia-sia di muka ini. Terlebih Tuhan juga telah menunjukkan peran dan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi. Maka kita telah diberikan hak oleh Tuhan untuk mengeksplor kemampuan diri dan memanfaatkan apa yang ada di muka bumi ini. Karena apapun jenis pekerjaan yang kita pilih Tuhan telah menetapkan (mengatur) porsi rezeki kita masing-masing. Kita cukup berusaha untuk membuka pintu-pintu rezeki itu dengan cara-cara yang baik (halal).
Jika kita merasa belum seberuntung orang lain ataupun merasa apa yang kita kerjakan tidak (belum) menyenangkan, maka yang perlu kita lakukan adalah bersabar dan tetap berusaha dengan maksimal. Tidak semua orang ditakdirkan untuk menikmati kesuksesan dari yang mereka kerjakan secara cepat. Sebagian dari kita ada yang perlu melewati jalan yang berliku untuk sampai di pintu kesuksesan itu. Yang perlu kita lakukan adalah meyakini diri sendiri dan tidak gampang menyerah. *** (Padang, 28/7/2013)

Iklan