Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

bulan

Januari 2014

Fearless, Taylor Swift

Iklan

Saling Berjawab

datanglah, Paulina / hujan di sini menunggu decak langkahmu/ sementara orang-orang tak henti merancah genangan di laman kami/tapi ini hampir penghujung Januari decak langkahmu belum juga terdengar/ ada cerita hujan yang sempat diceritakan.

aihh,aku benar-benar merindukanmu perempuan/januari ini ingin kulihatkan isi jantung ini padamu/ada debar yang terhenti/pandangan yang kabur/dan lisan yang barangakali tak lagi akan berkisah/januari,.adalah hari aku bergembira dengan hujan/bukan hujan biasa//
tunggu aku di gerbang rumahmu

dalam imajiku,di jantungmu kini seseorang tengah merancang kebun bunga. dan suatu ketika jantungmu itu menjelma surga bunga nan wangi. kesinilah, kutunggu kau dengan puisi panjang tentang bungabunga itu.

nti, sudah tidak ada bunga kini/yang tertinggal hanyalah sepetak tanah yang digenangi hujan semalam/langit selalu gabak setelah itu/kau tahu banyak cerita di atas lumpur-lumpur itu/aku tidak tahu apakah kau masih mau mendengar kisah kedua ini/sperti dulu yang pernah ku lakukan padamu/berlari-lari kecil di pematang menuju lamanmu/dan selalu berpura-pura gembira setelah itu/kau tahu aku kembali menjadi gadis itu/menjelang februari ini/

Kejutan Tuhan

Lagi, Tuhan memberikan kejutan kepadaku. Sayangnya, kali ini kejutan yang diberikan tidaklah menyenangkan seperti yang aku rasakan sebelumnya. Roda berputar, kadang kita menerima kejutan yang menyenangkan dari Tuhan, adakalanya justru sebaliknya. Awalnya aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Aku bingung! Namun lambat laun aku mencoba untuk mencari solusinya sendiri. Tidak ada yang mudah di dunia ini. Akan tetapi tidak semua hal pula yang menyulitkan kita. Perlahan aku menemukan kunci yang menerangi jiwa maupun mencerahkan pandanganku. Ya, jawabannya adalah bersabar.

Dalam sebuah kisah pernah aku membaca, bahwa sabar itu tidak memiliki batas. Karena kalau sabar itu ada batasnya kita akan terjebak pada tindakan-tindakan yang โ€œtidak sehatโ€. Kita justru akan semakin menekan diri sendiri untuk bersikap di luar kemampuan kita. Padahal Tuhan sudah memperingatkan kita bahwa ia tidak akan menguji seseorang di luar batas kemampuannya. Kita mesti mengerti dengan maksud Tuhan. Namun Tuhan tidak ingin kita pasrah begitu asaja atas segala kehendaknya.

Tuhan Maha Esa dan Maha Kuasa. Apa yang terjadi dengan kita telah ditulis dan ditentukan. Yang kita perlukan hanyalah menerima. Tentunya seteloah diiringi dengan usaha dan doa. Jika apa yang kita inginkan tersebut belum terkabul berarti itu bukan jatah kita atau belum saatnya untuk terjadi. Tuhan akan menggantinya dengan yang lain. Kita hanya perlu untuk bersabar dan tidak banyak mengumpat, mengeluh maupun marah-marah dengan semua yang terjadi. Khususnya jika kejadian itu buruk atau tidak sesuai dengan kemauan kita. Dan yang penting kita mau menunggu untu melihat apa yang ada di balik tabir tersebut.wallahu โ€˜alam *** (Padang, 15/1/2014)

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog