datanglah, Paulina / hujan di sini menunggu decak langkahmu/ sementara orang-orang tak henti merancah genangan di laman kami/tapi ini hampir penghujung Januari decak langkahmu belum juga terdengar/ ada cerita hujan yang sempat diceritakan.

aihh,aku benar-benar merindukanmu perempuan/januari ini ingin kulihatkan isi jantung ini padamu/ada debar yang terhenti/pandangan yang kabur/dan lisan yang barangakali tak lagi akan berkisah/januari,.adalah hari aku bergembira dengan hujan/bukan hujan biasa//
tunggu aku di gerbang rumahmu

dalam imajiku,di jantungmu kini seseorang tengah merancang kebun bunga. dan suatu ketika jantungmu itu menjelma surga bunga nan wangi. kesinilah, kutunggu kau dengan puisi panjang tentang bungabunga itu.

nti, sudah tidak ada bunga kini/yang tertinggal hanyalah sepetak tanah yang digenangi hujan semalam/langit selalu gabak setelah itu/kau tahu banyak cerita di atas lumpur-lumpur itu/aku tidak tahu apakah kau masih mau mendengar kisah kedua ini/sperti dulu yang pernah ku lakukan padamu/berlari-lari kecil di pematang menuju lamanmu/dan selalu berpura-pura gembira setelah itu/kau tahu aku kembali menjadi gadis itu/menjelang februari ini/

Iklan