Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

bulan

Juli 2014

Keinginan dan Kita

Ketika kita memiliki sebuah keinginan, kita haruslah berusaha untuk mewujudkannya. Tidak cukup hanya dengan berharap dan berdoa. Namun kita perlu untuk melakukan sesuatu. Tidak peduli apakah keinginan kita itu besar atau kecil. Keinginan tetaplah sebuah keinginan jika ia tidak kita barengi dengan usaha yang maksimal. Ia tidak akan menjadi apa-apa jika kita hanya berkutat dengan harapan-harapan yang adakalanya membuat kita gelisah.

Siapapun di dunia ini pasti memiliki keinginan. Entah itu keinginan yang besar, kecil. Keinginan bagi diri sendiri, orang lain ataupun kelompoknya. Akan tetapi tidak semua orang pula yang memiliki keberanian, kepercayaan diri dan kesempatan untuk mewujudkannya. Beruntunglah bagi orang yang memiliki ketiga hal di atas. Maka ia akan dengan mudah dapat mewujudkan apa yang dia inginkan. Namun bagaimana jika seseorang hanya memiliki beberapa saja. Ada yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri tapi tidak memiliki kesempatan karena sesuatu dan lain hal. Adapula yang memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu dalam hidupnya. Tetapi ia tidak memiliki keberanian ataupun kepercayaan diri untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Maka yang terjadi adalah ketimpangan. Keinginan tersebut akan tetap menjadi keinginan. Atau keinginan tersebut belum dapat terwujud karena usaha yang kurang maksimal.

Renungan
Renungan

Kita tidak dapat berharap akan memperoleh hasil maksimal atau hasil yang sama dengan orang lain jika kita tidak melakukan hal yang sama seperti orang lain. Ada orang yang gigih memperjuangkan keinginan atau cita-citanya. Mereka berusaha dengan maksimal, sekuat tenaga mencoba meraih apa yang mereka inginkan tadi. Ataupun menempuh berbagai cara untuk meraihnya. Namun juga ada orang yang sebaliknya. Menginginkan banyak hal. Tetapi melakukan sedikit hal bahkan tidak ada untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya. Hal tersebut tentu menjadi sesuatu yang aneh dan tidak baik. Karena pada akhirnya keinginan tadi akan mewujud menjadi penyakit yang mengerogoti, hati dan pikiran. Penyakit ini dapat berupa rasa gelisah, takut, khawatir, iri, cemburu ataupun perasaan negatif lainnya. Tidak menutup kemungkinan juga mewujud ke dalam bentuk penyakit depresi atau stres. Continue reading “Keinginan dan Kita”

Rumah yang Berdetak

141117_desacantik2

waktu adalah seumpama rumah yang berdetak
ia merupa kejadian demi kejadian
yang berjatuhan dalam tanggal-tanggal
serupa ingatan-ingatan kabut di hati
adakalanya kita menjadi terisak sedih
adakalanya kita tertawa bahagia
adakalanya kita kecewa
ya, semuanya selalu menjadi sesuatu
yang mencerahkan jiwa
ataupun menjadi sunyi yang menentramkan
waktu adalah seumpama rumah yang berdetak
yang menciptakan rupa dan warna
sesaat setelah bunga-bunga bermekaran di halaman

Catatan Waktu

Rumah yang berdetak
Rumah yang berdetak

Waktu adalah rumah bagi segala kejadian. Setelah tanggal-tanggal berjatuhan.Maka saat itulah bunga-bunga bermekaran di halaman.#CatatanWaktu

Puisi hari ini barangkali dalam perjalanan pulang. Semoga tidak terlambat sampai di rumah.Aku sudah menunggu dari tadi πŸ™‚ #CatatanWaktu Continue reading “Catatan Waktu”

Dua Presiden, Satu Indonesia

Indonesiaku
Indonesiaku

Sekitar tiga bulan lamanya rakyat Indonesia menunggu untuk menentukan siapa pemimpin bangsa. Pemimpin yang akan meneruskan cita-cita segenap bangsa Indonesia dan tumpah darahnya. Dalam masa-masa penantian tersebut banyak hal telah terjadi. Berbeda dengan sebelumnya pesta demokrasi saat ini sedikit berbeda dengan pesta-pesta sebelumnya. Mulai dari semangat, fanatisme hingga spirit yang diusung oleh rakyat. Baik itu sebelum, saat hingga sesudah pesta demokrasi (pemilu). Rakyat mengikuti semua tahapan dengan antusias. Continue reading “Dua Presiden, Satu Indonesia”

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog