Menulis karya
Menulis karya
Belajar hal baru merupakan sebuah kesempatan yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Itulah hal yang saya lakukan saat seorang sahabat memberikan ilmu baru, yaitu bagaimana cara menulis dengan menggunakan teknik Speed Writing. Terus terang saya awalnya tidak tahu banyak tentang cara menulis yang satu ini. Saya berpikir teknik menulis yang saya lakukan selama ini merupakan teknik yang lumrah dan biasa saya pakai, yaitu menulis biasa. Seperti menunggu ide datang lalu menulis. Namun sahabat saya tersebut memberikan pengalaman dan cara belajar (menulis) yang baru.

Teknik menulis dengan metode speed writing ini lebih menekankan kepada unsur kecepatan kita dalam mengetik dan merangkai kata. Namun berbeda dengan metode menulis biasa yang menunggu ide (matang/sudah jadi) terlebih dahulu baru kemudian menulis. Sedangkan speed writing ini yang diutamakan adalah kecepatan dalam mengetik dan mengembangkan ide secara spontan.

Cara yang dilakukan adalah kita membuat blueprint dari tulisan yang akan kita buat terlebih dahulu. Lalu cari tiga kata (kata benda/sifat) yang dapat menggambarkan inti atau ide dari tulisan yang akan kita tulis. Setelah itu buatlah pertanyaan-pertanyaan yang akan menjadi jawaban atau bahan dari tulisan yang akan kita buat selanjutnya. Pertanyaan-pertanyaan yang kita buat itu haruslah menggambarkan 5 W + 1 H sehingga dapat mempermudah kita dalam membuat atau menyatukan rangkaian kata/kalimat menjadi sebuah paragraf yang utuh. Setelah itu mulailah mengetikkan kata-demi kata yang kita pikirkan saat itu juga. Jangan diedit ataupun dibaca berulang-ulang. Teruslah mengetik hingga alarm yang kita punyai berbunyi. Ya, untuk menggunakan metode speed writing kita memerlukan alarm. Settinglah alarm dalam waktu 5 menit. Jadi selama 5 menit kita akan mengetik kata demi kata dan membiarkan ide mengalir dengan spontan. Jangan berhenti jika terjadi salah tulisan (typo), EYD ataupun hal lainnya. Yang perlu dilakukan hanyalah tetap menulis. Ketika alarm 5 menitnya berbunyi maka nyalakan kembali alarm itu dan kembali menulis. Lakukan hal tersebut setidaknya hingga 1 jam. Atau hingga satu tulisan selesai kita kerjakan.

Ketekunan
Ketekunan

Ketika tulisan kita tersebut telah selesai barulah kemudian kita baca dan edit. Kita akan terkejut dengan hasil yang kita peroleh. Kita akan mengetahui seberapa banyak kita dapat mengetik dalam waktu 5 menit dan berapa waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan semua tulisan. Apakah kita memiliki ide yang mengalir lancar ataukah tersendat dan apakah kita orang yang spontan dalam melahirkan ide-ide. Kita dapat mengetahuinya setelah membaca tulisan yang kita hasilkan.Jika hasilnya bagus atau lebih bagus, maka bergembiralah dan cobalah teknik ini untuk menulis berbagai bentuk tulisan (artikel, opini, cerpen,dll). Namun jika belum, kita dapat terus melatihnya hingga kita terbiasa dan mampu.

Saya pun sejauh ini masih berlatih untuk menulis dengan menggunakan teknik speed writing ini. Saya merasa agak kesulitan karena belum terbiasa dan terlebih saya belum bisa mengetik dengan 10 jari, hehehhe…
Tapi tidak apa-apa saya akan terus mencoba. Saat ini saya sedang mencoba teknik speed writing untuk menulis sebuah cerpen. Ya, teknik ini bisa kita gunakan untuk menulis fiksi/non-fiksi. Saya harap saya bisa. Dan semoga ilmu baru ini bisa membawa manfaat yang lebih besar daripada metode menulis yang saya lakukan sebelumnya, amin.(Padang, 21-2-2015)

Iklan