Tahun 2015 ini alhamdulillah menjadi tahun pencerahan buat saya. Banyak hal yang akan dan telah saya lakukan. Hari-hari yang saya lewati terasa lebih berenergi daripada tahun sebelumnya. Betapa tidak di tahun ini target-target yang saya tetapkan telah tercapai. Seperti memiliki laptop, bekerja dengan maksimal, menghasilkan karya (alhamdulillah cerpen saya diterbitkan dikoran lokal, singgalang). Saya sangat bersyukur dengan apa yang terjadi di tahun ini.

Baca dan tulis
                          Baca dan tulis

Hidup saya dalam beberapa tahun terakhir memang terasa kurang menyenangkan ada banyak hal yang menjadi pemicunya. Tapi hal itu cukup saya saja yang tahu (off the record). Yang saya lakukan sekarang adalah mencoba memperbaiki keadaan dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Saya yakin jika saya bisa mengubah atau memperbaiki kehidupan saya, maka hal-hal baik lainnya (insya allah) juga akan datang pada saya.

Hal itu terbukti! Pada beberapa minggu yang lalu seorang kawan dekat menawari saya untuk menjadi editor dari buku yang sedang dia kerjakan. Awalnya saya tidak percaya diri untuk menerima tawaran tersebut. Karena memang saya telah lama tidak menulis. Saya berpikir akan kesulitan nantinya untuk membantu dia untuk menjadi editor. Karena tugas menjadi editor tidaklah mudah. Namun berbekal ilmu yang saya dapat semasa bergabung di LPM Suara Kampus IAIN IB dulu, rasa penasaran akan kemampuan diri dan ingatan bahwa saya dulu juga pernah menjadi editor untuk buku (Acta Diurna) terbitan fakultas Dakwah, tempat saya kuliah saya pun memberanikan diri untuk menerima tantangan tersebut.

Saat ini sudah dua minggu berjalan, saya sudah menyelesaikan mengedit satu bab (awal). Rasanya sungguh luar biasa. Luar biasa karena saya kembali menulis dan saya kembali merasakan adrenalin bahwa saya juga mampu untuk menjadi seorang editor. Saya tidak menyangka dapat menyusun kembali rentetan kata atau kalimat di buku kawan saya tersebut menjadi paragraf yang lebih baik. Padahal teman saya itu menggunakan speed writing lho, kata-kata atau ide-idenya perlu ditata kembali. Hmm..that’s was a surprise.

Sebenarnya tugas saya untuk mengedit buku itu masih panjang. Masih ada sekian bab yang perlu saya baca dan edit. Perlahan tapi pasti saya yakin saya bisa melakukannya, Insya Allah. Saya sudah tidak sabar untuk mengetahui hasil akhirnya, apakah saya berhasil atau saya mesti banyak belajar lagi. Karena saya tahu untuk menjadi editor tidaklah mudah. Saya memiliki beberapa pengalaman untuk itu.

Dapat merangkai kata dan menangkap ide si penulis tidaklah mudah. Karena kita mesti memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki banyak kosakata serta memiliki kreatifitas sehingga dapat menjadikan tulisan/buku itu enak untuk dibaca.

Ah, saya tidak ingin untuk terlalu banyak bicara perihal “edit mengedit” ini. Karena saya masih amatir dan perlu banyak belajar dan membaca. Namun satu yang pasti saya akan berusaha untuk menyelesaikan tugas saya, “mendadak editor” dengan maksimal! ^_^ (Padang, 21-2-2015)

Iklan