Rasa penasaran akan serial Supernova karya Dewi “Dee “ Lestari rupanya mampu menciptakan rekor tersendiri bagiku. Betapa tidak dalam waktu 3 bulan terakhir aku melahap buku (serial) yang ramai dibincangkan oleh netizen di media sosial, khususnya twitter ini. Mulai dari Supernova; Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel dan Gelombang dalam tenggat waktu yang tidak cukup lama mampu aku selesaikan dengan baik.

Serial Supernova yang dipublikasikan pertama kalinya pada tahun 2001 ini membawa kesan yang berbeda jika dibandingkan dengan buku atau novel lainnya. Buku ini mampu menampilkan para tokoh utama dengan karakter yang kuat dengan kemampuan dan keunikan masing-masing. Baik itu di buku pertama, Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar,Petir, Partikel dan Gelombang. Siapa yang tak kenal Reuben-Dimas, Ferre/ Ksatria, Rana/ Putri, Diva/ Bintang Jatuh, Bodhi Liong, Elektra Wijaya, Zarah Amala dan Alfa Sagala. Tokoh-tokoh tersebut mampu bertransformasi  menjadi pusat ataupun fokus di masing-masing buku. Namun  Gelombang sejauh ini masih menjadi favorit.

Butuh waktu 1 (satu) bulan bagiku untuk menyelesaikan episode ke-5 dari serial Supernova ini. Banyak hal yang menyebabkan aku terlambat untuk menyelesaikannya. Di antaranya adalah kesibukan kantor dan organisasi yang lumayan menyita waktuku. Sehingga untuk menamatkan seri Gelombang yang aku miliki pada 25 Oktober 2014 ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun itu tidak menjadi persoalan, karena sedari awal aku memang berniat untuk membaca buku ini dengan sersan, serius tapi santai. Berusaha menikmati dan memahaminya tanpa terburu-buru.

Petualangan Alfa Sagala berawal dari Sianjur Mula-Mula, negeri yang disebut-sebut sebagai tanah kelahiran suku Batak. Salah satu suku yang cukup mendominasi di tanah air. Alfa atau yang akrab disapa Ichon mempunyai ketakutan tersendiri akan gelap. Karena gelap atau alam mimpi akan membawa pertaruhan hidup dan mati baginya. Ketakutan Alfa akan mimpi telah dimulai sejak ia berusia 12 tahun. Saat di mana diadakan perayaan gondang Raja Uti di kampung halamannya. Di dalam kegelapan sekelebat ia melihat makhluk dengan perawakan tinggi, hitam, bersayap dengan mata kuning menyala. Makhluk itu dikenal dengan sebutan Jaga Portibi. Alfa pun tidak tahu apa yang ada di dalam mimpinya dan maksud dari semua mimpi-mimpi itu. Dalam mimpinya Alfa hanya dihadapkan pada tembok tinggi, jalan berliku yang sulit untuk ia lalui. Pada mulanya Alfa enggan untuk menceritakan apa yang ia alami kepada siapapun termasuk keluarganya. Pertemuannya dengan Ompu Togu Urat lambat laun membuat Alfa  memberanikan diri untuk menceritakan apa yang ia alami. Ompu Togu Urat pun memberikan Alfa dua buah batu sebagai penghalang mimpi buruk itu datang kembali. Alfa merasa senang dengan bantuan yang diberikan oleh Ompu Togu Urat.

Namun apa dinyana kepercayaan yang diberikan Alfa kepada Ompu Togu Urat dibalas dengan kebencian. Ompu Togu Urat rupanya memiliki niat jahat untukmembunuh Alfa. Alfa pun limbung. Ia tidak tahu harus mempercayai siapa dan berbuat apa lagi. Akan tetapi petualangan Alfa beranjak (merantau) dari tanah kelahirannya menuju Jakarta hingga “terdampar” di negara Amerika Serikat sebagai imigran gelap sedikit demi sedikit mulai menguak tabir mimpi yang hingga ia dewasa menjadikannya seseorang yang tidak bisa tidur (insomnia). Pertemuannya dengan Nicky Evans dan dr.Colin membawa petunjuk bagi Alfa untuk melampaui mimpinya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan menjadi rahasia dibalik kehidupannya selama ini.

Alfa kemudian dengan keberanian yang dimilikinya mulai menghadapi petualangan demi petualangan untuk menguak tabir mimpinya. Petualangan ini membawanya jauh ke negara Tibet hingga tanpa disangka membawanya kembali ke tanah kelahirannya di Indonesia.

Petualangan seru yang dihadirkan dalam novel Gelombang ini mampu membawa pembaca (saya) untuk mengikuti perjalanan hidup Alfa yang penuh dengan peristiwa-peristiwa tak terduga. Namun sama halnya dengan serial Supernova yang lainnya, Dee tetap dengan cirinya sebagai penulis yang mampu bermain dengan narasi-narasi yang lugas dan dialog yang cerdas dapat membawa pembaca terhanyut dengan “gelombang” yang dihadirkannya. Layaknya dua sisi mata uang, dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh buku ini, Gelombang juga menyimpan beberapa kekurangan. Seperti, keberadaan Alfa di negara Amerika Serikat sebagai warga imigran yang sangat mulus menimbulkan tanda tanya di benak saya. Sama halnya seperti yang ada di episode Akar. Kemudian Dee hanya memberikan bagian yang sedikit terhadap hubungan Alfa dengan keluarganya yang sudah pindah ke Jakarta. Sebagai seseorang yang sudah sukses di perantauan Alfa lebih mementingkan kehidupannya sendiri dibandingkan dengan keluarganya. Hal ini menjadi unek-unek yang mengganjal di pikiran saya. Akan tetapi barangkali beberapa poin tadi akan terjawab di episode selanjutnya #Intelegensi Embun Pagi.

Secara keseluruhan novel Dee ini pantas untuk dibaca dan dikoleksi. Dan saya mengharapkan semoga buku berikutnya dapat menjawab semua pertanyaan tentang  siapa peretas, infiltran, sarvara? Apakah Alfa yang menjadi komandan dari para peretas yang saat ini terpisah-pisah. Saya sudah tidak sabar untuk membaca kelanjutan dari serial yang pada dasarnya membawa ruh spiritualitas guna pencarian jati diri ini.***

(Tulisan ini juga dapat dibaca di https://www.facebook.com/notes/ade-faulina/hanyut-bersama-gelombang/10152646450717513. Mohon like dan commentnya yaa…trims ^_^)

Iklan