Menunggu kedatangan
Menunggu kedatangan

Tahun 2015 yang baru berjalan selama tiga bulan benar-benar menjadi tahun yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Berbeda karena pada tahun ini aku merasa mendapatkan spirit baru, pikiran-pikiran atau ide-ide terus berdatangan di kepalaku dan tahun ini aku juga merasa begitu antusias untuk mewujudkan mimpi-mimpiku. Aku merasa begitu gembira.

Saat ini aku sedang berusaha untuk mewujudkan impian-impian yang aku punya. Salah satunya adalah menerbitkan buku antologi puisi (aku benar-benar tidak tahan untuk menceritakannya ^_^). Puisi-puisi yang telah aku tulis selama beberapa tahun terakhir aku kumpulkan kembali. Dan alhamdulillah setelah aku kumpulkan ternyata puisi-puisi itu lebih banyak dari yang aku duga. Jika ditotal puisi-puisi (setelah diseleksi) yang aku punya ternyata lebih dari 100 judul.

Puisi-puisi yang telah aku seleksi tersebut dan cukup bagus menurutku aku kumpulkan ke dalam satu file yang telah aku beri nama (dari judul puisi terbaik). Aku telah memilih nama / judul untuk antologi puisiku yang pertama (Insya Allah), tapi tentu saja aku masih merahasiakannya. ^_^

Aku tidak tahu bagaimana harus meluapkan rasa syukur ini. Aku bersyukur karena puisi-puisiku itu masih terjaga dengan baik. Walaupun aku tetap menyayangkan sebagian (puisi-puisi tahun 2006-2007) itu hilang di komputer karena terkena virus. Tapi tidak apa-apa, karena aku masih menyimpan puisi-puisi di tahun berikutnya. Aku pun bersyukur Allah SWT memberiku kesempatan untuk melahirkan karya (Insya Allah) ini dan memberiku petunjuk dan jalan untuk mewujudkannya. Aku optimistis dan terus berupaya agar karya ini benar-benar lahir dan bisa aku jadikan sebuah penghargaan untuk diriku sendiri.

Aku tidak ingin sesumbar bahwa karya tersebut akan bagus ataupun akan disukai banyak orang. Namun aku berpikir terlepas dari karya tersebut baik atau buruk, aku akan berupaya untuk menghargainya. Karena kemampuan yang aku miliki (meskipun kecil) itu patut untuk dikembangkan dan dihargai. Terlebih jika kemampuan dan minat tersebut datang dari Yang Maha Kuasa.

Aku pun banyak membaca dan mendengar bahwa bakat tanpa disertai minat yang besar hanyalah nol besar. Akan tetapi jika bakat yang kita miliki (sekecil apapun itu) jika disertai dengan minat atau kesadaran untuk mengembangkannya maka ia akan menjadi “SESUATU”. Tidak peduli meskipun sesuatu (karya) itu akan dengan susah payah diwujudkan. Ia akan menjadi sesuatu yang bernilai dan berharga.

Sebuah sukacita
Sebuah sukacita

Makanya aku merasa begitu lega pada akhirnya aku berani untuk melanjutkan apa yang sudah aku kerjakan sejak lama (puisi pertama aku tulis di 2004). Karena aku memiliki kekurangan, yaitu kurang percaya diri dengan kemampuan yang aku miliki dan selalu ragu (plin-plan) jika hendak mengerjakan sesuatu. Aku terlalu banyak berpikir sehingga hal itu menghambat langkahku untuk maju.

Harapanku hanya satu, aku berharap Allah memudahkan langkahku dan melapangkan jalanku untuk mewujudkan impianku ini. Insya Allah dalam minggu ini aku akan memberikan file antologi puisiku untuk dilayout dan didesain covernya kepada seorang teman. Aku benar-benar sudah tidak sabar. ๐Ÿ™‚

Pada dasarnya aku lebih suka menyebut apa yang aku lakukan sebagai sebuah suka cita menunggu seorang sahabat yang telah lama tak berjumpa. Berbagai persiapan aku lakukan untuk menyambut kedatangannya. Kerepotan ataupun kesibukan kecil adalah luapan rasa gembira bahwa aku akan benar-benar bertemu dengannya. Ini semua aku lakukan karena aku telah bersamanya untuk sekian lama. Kami bercakap-cakap, berinteraksi dan berbagi impian bersama. Jika bertemu dengannya, maka hal pertama yang akan aku lakukan adalah mendekapnya dengan penuh sukacita dan berbicara, terima kasih untuk telah menjadi sahabat yang baik hati. Maaf, jika selama ini aku selalu “menunda” untuk bertemu bukan karena aku tidak mau berjumpa hanya saja aku takut jika kelak aku tidak bisa memberikan yang terbaik dan akan membuatnya kecewa. Saat ini aku berdoa di dalam hati bahwa semuanya akan baik-baik saja dan ia akan senang dengan apa yang aku lakukan. Semoga, amin! ^_^ (Padang, 25/3/2015)

Iklan