Sudah dua bulan terakhir kesibukan di kantor membuatku tidak bisa beristirahat dengan sepenuh hati. Pekerjaan kantor yang menumpuk ditambah dengan persiapan sebuah kegiatan penting yang sudah ditetapkan sebelumnya menjadikan pikiran dan badan tidak bisa rileks. Meskipun di akhir pekan aku bisa “libur” sejenak. Namun itu tidak menghilangkan ketegangan karena begitu banyak hal yang harus aku kerjakan dan selesaikan. Tanggung jawab yang diberikan terasa sedikit membebani. Tapi aku berusaha agar hal itu tidak membuatku stres atau tertekan. Maka disela-sela pekerjaan yang banyak atau pada saat aku “libur” dari rutinitas kantor aku kerap menikmati musik yang aku suka.

Dan untuk sebulan terakhir aku sedang jatuh cinta dengan lagu-lagu Adele. Lagu Hello yang terdapat di dalam album 25 yang edar pada pertengahan November lalu menjadi lagu favorit yang kerap aku putar berulang-ulang. Bahkan sampai membuat teman-temanku protes, heheheh..

Lagu Hello ini meski masih bercerita tentang peliknya sebuah hubungan bahkan setelah hubungan itu berakhir, namun tidak membuatku bosan. Aransemen lagu yang berbeda serta cara menyanyikan lagu yang bertenaga membuat lagu ini pantas didengarkan berulang kali. Tidak mengherankan jika lagu ini bisa memecahkan rekor laman youtube hingga vevo. There’s no one like Adele!

Awalnya aku memang bukan penggemar berat Adele. Lagu Someone Like You yang menjadi megahits dan lagu wajib bagi siapa pun utamanya yang sedang patah hati  merupakan awal aku mengenal penyanyi yang sudah memiliki anak ini beberapa tahun lalu. Namun aku tidak terlalu menyukainya lagunya. Karena lagu ini “terlalu patah hati”. Maka kalau didengar terlalu sering bakal bikin tambah patah hati, mewek plus pusing sendiri. So, I choose not listen to it! Tapi berbeda halnya dengan lagu Hello yang benar-benar membuatku menyukai Adele hingga kembali mendownload lagu-lagu perempuan bermata indah ini album-album sebelumnya (19 dan 21).

Oh ya, selain lagu Hello, lagu-lagu lain dari album 25 ini hampir semuanya layak dengar (so pasti). Dua lagu favoritku lainnya adalah Water Under The Bridge yang bertempo cepat dan Million Years Ago yang terdengar sangat romantis.

Pada akhirnya aku ingin berterima kasih pada Adele yang telah “menyelamatkanku” dari rutinitas kantor yang melelahkan. Dan menjadi obat bagi segala hal yang tak sudah serta hiburan yang benar-benar terasa menyenangkan. Lebih-lebih membuatku bermimpi untuk bisa hadir di konser Adele dan mendengarkannya bernyanyi (semoga kesampaian). So, once again thank you Adele. ^_^  (Padang, 11 Desember 2015).

 

Iklan