12687946_10205661330752216_5066047467495739058_n

“Hidup terlalu singkat untuk dilalui bersama orang yang salah.” 

Seorang sahabat lama pernah mengatakan hal demikian kepada saya beberapa waktu lalu. Sebuah kalimat yang membuat saya menjadi berpikir ulang tentang hidup, mencintai dan dicintai oleh seseorang. Kita pun menyadari kehidupan barangkali akan menjadi hambar dan tidak berarti jika tidak ada kosakata yang bernama “Cinta”. Tapi sejauhmana sesuatu itu patut diperjuangkan ataupun bagaimana cara kita menyadari seseorang atau apapun itu untuk bisa kita namai dan maknai sebagai cinta, mungkin pelan-pelan kita perlu me-reka ulang atau memperbaiki definisi kita tentang cinta.

Ada beberapa hal yang bisa kita jadikan pertimbangan, ini bukan ukuran ataupun nilai mutlak yang coba saya paksakan. Hanya saja ini merupakan sesuatu yang kadang sering kita lupakan. Maka, kita barangkali perlu mengingatnya kembali.

  1. Cinta merupakan sesuatu yang menyatukan bukan memisahkan.
  2. Cinta merekatkan bukan memutuskan.
  3. Cinta bisa mengeluarkan yang terbaik dari diri bukan sisi buruk.
  4. Cinta merupakan sikap tulus dari dan untuk seseorang bukan sikap pura-pura.
  5. Cinta merupakan sesuatu yang mendekatkan bukan menjauhkan.
  6. Cinta merupakan sesuatu yang membuat kita leluasa untuk menjadi diri sendiri bukan membuat kita was-was untuk melakukan apa yang kita mau.
  7. Cinta tidak membuat jarak, namun ia selalu menjadi penghubung.
  8. Cinta merupakan sesuatu yang mencerdaskan bukan membodohkan.
  9. Cinta itu sesuatu yang jujur dan apa adanya.
  10. Cinta memberi janji pasti bukan menawarkan sugesti-sugesti.
  11. Cinta selalu menghargai segala yang ada di sekitar diri bukan menjerumuskan kita untuk melupakan mereka yang ada di sekeliling kita.
  12. Cinta memberikan energi dan membuat kita bisa bersinergi positif dengannya bukan sebaliknya.
  13. Cinta tidak membuat buta, namun ia bisa menjadi cahaya.
  14. Cinta tidak melukai, namun ia menyembuhkan.
  15. Cinta tidak merumitkan, namun ia adalah kejelasan.
  16. Cinta itu membebaskan.
  17. Cinta adalah bahagia bukan derita.

 

CaDEDgIVAAAnhLF

Jika di antara kita menemukan atau mendapatkan sebagian besar hal di atas dalam mencintai dan dicintai. Maka, bersyukurlah ia merupakan tujuan yang patut kau datangi dengan segera. Namun jika sebaliknya, maka ada baiknya kita melepaskan. Bukan malah mengungkung diri dengan logika-logika tidak masuk akal dan coba dipaksakan. Ada banyak hal yang berarti di dunia ini. Dan ada banyak hal yang lebih pantas untuk kita perjuangkan jika kita mau sedikit peduli. Bukan karena cemburu atau mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi. Hanya saja karena segala sesuatunya perlu kita pahami dan maknai. Itu saja.

Hidup akan menjadi lebih indah jika kita lalui bersama pasangan namun akan menjadi sia-sia jika kita bersama orang yang tidak tepat. Barangkali yang kita butuhkan hanyalah menunggu. ” 

(Padang, 2-2-2016)

Iklan