Dalam kehidupan ini kita tidak pernah tahu ke mana takdir akan membawa kita. Tidak ada yang kekal. Apapun yang terjadi pada diri kita maupun orang lain akan selalu berputar. Ia selalu berada dalam suatu siklus. Entah itu bahagia, sedih, kecewa, marah, gelisah ataupun hal-hal lainnya yang silih berganti datang tanpa kita duga tanpa kita minta. Terkadang manusia kerap berlaku tamak. Meminta dan berharap sesuatu yang bukan miliknya. Adakalanya kita terus berupaya untuk melakukan hal-hal yang berhasil dilakukan oleh orang lain tanpa melihat kapasitas diri. Dan acapkali pula kita terombang-ambing dalam kebingungan ketika suatu keberuntungan diperoleh mereka yang kita kira justru sama tidak beruntungnya ataupun dalam perkiraan kita akan mendapati kehidupan yang lebih tidak menyenangkan.

Kita pun sering lupa bahwa dalam penciptaan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, ia akan selalu bertukar tempat. Sederhananya, roda kehidupan senantiasa berputar. Ia akan terus bergerak. Baik dengan kemauan ataupun tanpa kemauan kita. Tidak peduli apakah kita menginginkannya ataupun tidak. Kehidupan dunia tidak bisa kita kendalikan. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengendalikan diri dalam menghadapi segala ketidakpastian dan mengupayakan agar kita kuat dan dapat menerima semua kemungkinan. Entah itu kemungkinan baik ataupun kemungkinan buruk.

Jika kemungkinan yang kita hadapi itu merupakan sesuatu yang baik, tentu saja kita akan bergairah untuk mengejar ataupun mendapatkannya. Namun bila kemungkinan yang terjadi itu buruk, maka kita akan pesimis dan berkeluh kesah. Contohnya saja dalam menghadapi kemungkinan kita lulus atau tidak dalam sebuah ujian akhir di bangku sekolah. Kita terkadang hanya memfokuskan diri untuk mendapatkan hasil baik. Kita begitu yakin bahwa apa yang kita upayakan sudah sepadan dan kita pantas untuk memperoleh hasil terbaik. Tentunya akan ada perayaan jika hal baik itu terjadi, namun bila tidak kita justru kerap terjerumus untuk memandang diri kita sebagai orang yang kalah, orang yang gagal. Kita membenamkan diri ke dalam keputus-asaan dan menjadikan hari-hari yang kita lalui berikutnya bagaikan neraka.

Ya, kita selalu alpa untuk menyiapkan diri dalam menghadapi kekalahan. Padahal di dalam kehidupan ini kemenangan yang paling berharga dan yang akan dikenang adalah kemenangan yang didapat setelah kita berkali-kali kalah. Bukan ketika kita berkali-kali menang. Tentu saja kita tidak dalam kapasitas untuk meremehkan para pemenang kehidupan ataupun sebuah kompetisi yang diusahakannya dengan susah payah. Saat ini yang kita lakukan hanyalah menyadarkan bahwa sebuah kekalahan ataupun ketidakberuntungan bukanlah akhir dari dunia. Dia bukanlah dosa yang tidak terampuni. Dia bukanlah sebuah aib ataupun hal yang harus kita ratapi terus menerus ataupun membuat kita berputus asa hingga melakukan hal-hal yang melanggar norma ataupun menentang ketetapan Tuhan, contoh bunuh diri.

Jika kita terperangkap untuk bertindak semena-mena terhadap diri, maka barangkali kita adalah orang-orang yang benar-benar kalah. Kehidupan yang maha indah ini menawarkan begitu banyak keindahan, keberuntungan dan sukacita. Begitu banyak kemungkinan (baik) yang bisa kita upayakan, kita masukkan dalam do’a-do’a dan kita wujudkan menjadi sesuatu yang benar-benar terjadi. Ia tidak lagi sekedar impian. Karena pada akhirnya hanya ada dua sosok yang akan tampil dalam jagad kehidupan dunia ini. Para Pemenang dan Pecundang! Kita tinggal memilih, ingatlah satu kekalahan tidak akan membuat kita mati dalam arena pertarungan selanjutnya. Ia seharusnya akan menjadi pelecut atau batu loncatan bagi kita untuk mendapatkan keberuntungan ataupun hal baik yang kita tidak tahu ternyata sudah dipersiapkan untuk kita. Tuhan dan semesta merupakan pemberi kejutan terbaik!

Kita perlu menyadari bahwa dalam setiap kekalahan ataupun kegagalan selalu ada pelajaran. Dan setiap kemenangan adalah buah manis yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berhasil bertarung dengan diri sendiri, keadaan maupun segala sesuatu yang datang dalam kehidupan ini. ^_^ (Padang, 6/4/2016)

*Sebuah catatan untuk diri sendiri. 🙂

Iklan