Ketika itu

Tiga inti di dalam kepala

Satu rasa merasuk di dada

Jadilah ia keajaiban kata

Para pemuda berpadu dalam doa

Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa

Wujud cita dan cinta

Bagi tanah tumpah darah

Puluhan tahun sesudahnya

Kata-kata usang

Para pemuda hanya fasih sebut para asing

Lengkap dengan teori-teori jejali

Diskusi hangat di kafe-kafe

Dan tetap sebut diri nasionalis sejati

Revolusi mental lahir dari secangkir cappucino

Barangkali

Sementara tanah hilang

Pulau-pulau tergadai

Lupa akar luput sejarah

Selalu dengungkan masa depan milik kita

Entah kapan,

Entah di bumi  mana,

Sumpah hilang

Tinggal serapah

(Padang, 28 Oktober 2016)

Iklan