(Tulisan (resensi) ini dimuat di Harian Singgalang, Minggu/ 28 Mei 2017)

Pengalaman selalu mengajarkan kita sesuatu. Bahkan ia mengandung makna yang membuat kita berpikir tujuan penciptaan diri kita di muka bumi ini. Namun kadangkala banyak dari kita justru melewatkan momen untuk “berpikir” tadi. Salah satu buku yang memiliki esensi serupa adalah buku “What I Know For Sure” atau Yang Aku Tahu dengan Pasti. Sebuah buku yang ditulis oleh ratu talkshow Amerika, Oprah Winfrey. Di dalam buku setebal 189 halaman ini Oprah mengungkapkan momen-momen yang memberikan kesadaran ataupun membuat dirinya menemukan sesuatu yang kerap disebutnya sebagai “AHA, moment” dalam kehidupan yang dijalaninya lebih dari setengah abad.

Buku Oprah

Oprah dengan cara bertutur yang singkat, lugas dan menyenangkan menguraikan peristiwa-peristiwa yang dialaminya ke dalam delapan bab yang tidak membosankan untuk dibaca, yaitu Kegembiraan, Kelenturan, Keterhubungan, Syukur, Kemungkinan, Takjub, Kejelasan, dan Daya. Cerita ataupun kisah-kisah dalam setiap bab dituangkan menjadi 2 – 3 halaman essay yang membawa kita ke dalam dunia seorang Oprah. Bagaimana ia secara jujur menceritakan tentang pengalaman pahitnya sebagai seorang anak yang terlahir tanpa diinginkan oleh kedua orangtuanya, “kecelakaan”, pengkhianatan-pengkhianatan dari lelaki yang ia cintai bahkan bagaimana tahapan kehidupannya berubah drastis dari seorang reporter biasa menjadi salah seorang tokoh paling berpengaruh di dunia.

Di samping kemampuannya untuk menggali hal-hal yang tidak biasa dari narasumbernya, pembawa acara bincang-bincang, The Oprah Winfrey Show ini juga memiliki sisi lain, yaitu ia seorang humanitarian atau seseorang yang mendedikasikan diri dalam bidang kemanusiaan. Maka dengan perjalanan dan pengalaman hidupnya yang teramat kaya tak mengherankan jika buku ini menarik untuk disimak. Salah satu kisah yang cukup menyentuh dalam buku ini terdapat dalam bab Syukur.

Oprah merupakan sosok yang mengagumkan dan menginspirasi. Dengan segala hal  yang dimilikinya sahabat Gayle King ini tetap menjadi dirinya sendiri, rendah hati dan selalu menghargai masukan dari orang lain. Bahkan masukan dari seorang anak kecil. Seperti yang dikisahkannya berikut ini :

            Aku tidak pernah membayangkan melakukan Oprah Show selama 25 tahun. Setelah berjalan selama dua belas tahun, aku sudah berpikir untuk mengakhirinya. Aku tidak ingin menjadi gadis yang terlalu lama berada di pesta. Aku takut tinggal lebih lama dari yang orang inginkan.

            Ketika mencapai 20 tahun, aku nyaris yakin bahwa sudah tiba waktunya untuk berhenti. Pada saat itulah aku menerima surat elektronik dari Mattie Stepanek.

            Mattie adalah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang menderita suatu penyakit penciutan otot langka yang telah muncul di acaraku untuk membacakan puisinya dan langsung menjadi teman karibku. Kami sering bertukar surat dan berbicara di telepon. Ia membuatku tertawa. Dan terkadang menangis. Tapi terlebih sering ia membuat aku merasa lebih menjadi manusia dan hadir serta mampu menghargai hal-hal terkecil sekalipun.

            Mattie begitu banyak menderita di dalam hidup belianya. Ia keluar masuk rumah sakit, tapi nyaris tak pernah mengeluh. Ketika ia bicara, aku mendengarkan. Dan di bulan Mei 2003, ketika aku sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri Oprah Show, ia adalah satu-satunya daya yang mengubah pikiranku (Hal 78-79).  

Ya, seorang Mattie akhirnya mampu untuk mempengaruhi Oprah. Dan seperti yang kita tahu The Oprah Winfrey Show baru berakhir 5 tahun kemudian, tepatnya dalam ulang tahunnya yang ke-25.

Banyak hal yang kita dapatkan dari buku ini, selain dari cuplikan perjalanan hidup Oprah, kita bisa belajar bahwa pengalaman hidup entah pahit ataupun manis selalu membawa “pesan” maupun hikmah yang dapat kita teladani. Kita bisa belajar tentang keyakinan, sikap sederhana ataupun kerendahan hati.  Tidak ada yang sempurna. Termasuk apa yang terjadi dalam hidup seseorang. Maka kita tidak perlu lagi terjebak dengan perasaan tidak mampu, rendah diri hingga berputus asa dalam menghadapi naik turunnya kehidupan. Seperti yang ia ungkapkan, “Kita diciptakan bukan untuk menciut menjadi lebih kecil, tetapi bertumbuh menjadi lebih besar, menjadi lebih hebat, menjadi luar biasa. Dan untuk menggunakan setiap waktu guna mengisi diri sampai penuh.” Setidaknya hal itu telah dibuktikan dalam secuil rangkuman kehidupan Oprah Winfrey melalui buku ini. (2017)

Keterangan :

Judul Buku      : Yang Aku Tahu dengan Pasti

Penulis             : Oprah Winfrey

Penerbit           : Kompas Gramedia

Tebal               : 189 halaman

Cetak I            : 2015

Cetak II           : 2016

Iklan