34745951._UY439_SS439_

(Tulisan ini telah dimuat di Koran Harian Singgalang, Minggu/ 18 Juni 2017)

Kata-kata mutiara atau yang kerap disebut quotes, dewasa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah buku fiksi. Baik kumpulan cerpen maupun novel. Selain tokoh utama, alur/plot serta cerita yang ditawarkan, quotes juga menjadi sesuatu yang menarik minat pembaca. Tak mengherankan bila seorang penulis bersusah payah untuk meracik, menyunting kata-kata ataupun kalimat dalam setiap paragraf menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dibaca. Bukan hanya sekedar menarik untuk dibaca, namun rentetan kalimat indah itu mampu membuat pembaca terus mengingatnya bahkan tak jarang quotes di buku fiksi bisa merangsang indera pembaca untuk ikut merasakan apa yang dialami oleh para tokoh di dalam cerita tersebut.

Kepingan Supernova setidaknya membuktikan hal itu. Dewi (Dee) Lestari melalui serial Supernova sanggup secara konsisten mengikat pembaca untuk membaca novel yang terdiri dari 6 judul tersebut. Buku awal, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh ia tulis ketika masih berusia 25 tahun. Dilanjutkan dengan 5 judul berikutnya yang terbit dengan jarak waktu yang relatif berdekatan, yaitu, Akar, Petir, Partikel, Gelombang dan Inteligensi Embun Pagi. Sedangkan buku Kepingan Supernova ini merupakan kumpulan atau rangkuman quotes dari ke-6 judul buku-buku di atas.

Quotes ini sering digunakan untuk menggulirkan dialog-dialog yang nyaman dibaca maupun sebagai narasi yang memungkinkan pembaca betah untuk melanjutkan hingga halaman terakhir. Seperti yang diungkapkan Dee Lestari dalam kata pengantar buku ini, “Ketika sebuah cerita dibangun dan disusun, hampir tak pernah saya dengan sengaja merancang kalimat untuk dikutip. Kalimat bagi saya adalah musik, yang punya ketukan, irama, dan melodi. Meski perhatian saya biasanya terletak pada kemampuan kalimat menggulirkan cerita, di latar perhatian saya ada satu kebutuhan lain, yakni kalimat yang berlagu dengan nyaman. Bisa dikutip atau tidak, itu urusan belakangan.”

19340031_1801198383240409_92480213_o
Foto oleh : Zul Adrian Azizam

Banyak dari ungkapan dalam serial Supernova menjadi sesuatu yang akrab bagi pembacanya. Contohnya saja kalimat yang terdapat dalam bab Kepingan Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh, “Tidak ada awal dan akhir. Tidak ada sebab dan akibat. Tidak ada ruang dan waktu. Yang ada hanyalah Ada. Terus bergerak, berekspansi, berevolusi” (hal 23). Begitupula yang terdapat di halaman 41, “Cinta adalah mengalami. Bukankah itu inti semuanya? Semuanya adalah pengalaman. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar.”

Hal paling mengesankan dari seorang Dee Lestari adalah kemampuannya untuk mengungkapkan hal filosofis secara sederhana. Hal ini tampak pada bab Kepingan Partikel, “Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu yang dibutuhkan hanya waktu” (hal 97), Kepingan Inteligensi Embun Pagi, “Niat menggerakkan pikiran” (hal 151), “Manusia menuntut manusia lain untuk punya drama. Itu syaratnya supaya kita kelihatan normal” (hal 154). Kecakapan Dee Lestari juga tergambar dalam kelihaiannya menyelipkan humor cerdas dalam tulisannya. Seperti salah satu ungkapan dalam Kepingan Gelombang yang sempat hits, “When life gives you lemon, bite it like a man” (hal 134), Kepingan Inteligensi Embun Pagi, “Apalagi asyiknya hidup tanpa misteri?” (hal 161).

Tak mengherankan jika kemudian Dee Lestari menjadi salah seorang penulis Indonesia yang “mahir dalam berkata-kata”. Secara tidak langsung ia juga menggambarkan tujuannya menerbitkan buku ini melalui kata pengantar pada buku yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada April 2017, “Dalam pengalaman membaca, ketika ada rangkaian kalimat yang berdenting begitu telak, kadang kita bisa berhenti sejenak, merenung dan berefleksi. Momen-momen itu bagai penanda, pembatas buku yang selamanya tersimpan dalam cerita, yang kadang kita garis bawahi dan torehkan warna.”

Pada akhirnya bagi Dee Lestari yang juga seorang Ibu dari dua orang buah hati dan artis tanah air ini menulis bukan hanya sebuah profesi, namun menulis menjadi sarana untuk mempertanyakan hal-hal yang dialami panca inderanya sebagai seorang manusia. Dan yang lebih istimewa dari itu Dee juga menularkan “gelisah” dan kesenangan yang sama kepada para pembacanya.

 

Judul Buku      : Kepingan Supernova

Penulis             : Dee Lestari

Penyunting      : Adham T Fusama

Penerbit           : PT Bentang Pustaka

Tahun Terbit    : April 2017

Jumlah Hal      : 164 hlm

 

***

 

Iklan