Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Kategori

I Know For Sure

Setiap Individu adalah Istimewa dan Berpotensi untuk Menjadi Luar Biasa!

Terkadang cara pandang terhadap diri sendiri kerap menjebak kita untuk menjadi “orang biasa” dalam kehidupan ini. Padahal kita tahu dan menyadari bahwa dalam setiap penciptaan makhluk hidup di bumi ini selalu memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Termasuk kita sebagai seorang manusia. Kita memang bukan makhluk yang sempurna. Namun kita bisa belajar dan berupaya untuk menjadikan diri kita sebagai makhluk yang berdaya. Makhluk yang tidak melihat kekurangan diri sebagai suatu penghambat untuk maju dan tidak menjadikan kelebihan yang dimiliki sebagai alasan untuk bersifat congkak dan menzalimi orang lain dengan tingkah laku kita. Baik melalui pemikiran, perkataan, perbuatan maupun hal-hal lain yang menyiratkan kita berada di atas orang lain.

43511-Purpose-And-Passion

Lanjutkan membaca “Setiap Individu adalah Istimewa dan Berpotensi untuk Menjadi Luar Biasa!”

Kenapa Kita Harus Kalah & Takluk oleh Satu Kegagalan?

Dalam kehidupan ini kita tidak pernah tahu ke mana takdir akan membawa kita. Tidak ada yang kekal. Apapun yang terjadi pada diri kita maupun orang lain akan selalu berputar. Ia selalu berada dalam suatu siklus. Entah itu bahagia, sedih, kecewa, marah, gelisah ataupun hal-hal lainnya yang silih berganti datang tanpa kita duga tanpa kita minta. Terkadang manusia kerap berlaku tamak. Meminta dan berharap sesuatu yang bukan miliknya. Adakalanya kita terus berupaya untuk melakukan hal-hal yang berhasil dilakukan oleh orang lain tanpa melihat kapasitas diri. Dan acapkali pula kita terombang-ambing dalam kebingungan ketika suatu keberuntungan diperoleh mereka yang kita kira justru sama tidak beruntungnya ataupun dalam perkiraan kita akan mendapati kehidupan yang lebih tidak menyenangkan.

Lanjutkan membaca “Kenapa Kita Harus Kalah & Takluk oleh Satu Kegagalan?”

Rupa-rupa Perjalanan

Hidup selalu menjadi rupa-rupa perjalanan

Entah itu menuju ke dalam diri ataukah

mencari sesuatu dari luar diri

Namun kedua hal itu selalu terasa menyenangkan

DSCN0429

Ketika Cinta Datang

12687946_10205661330752216_5066047467495739058_n

“Hidup terlalu singkat untuk dilalui bersama orang yang salah.” 

Seorang sahabat lama pernah mengatakan hal demikian kepada saya beberapa waktu lalu. Sebuah kalimat yang membuat saya menjadi berpikir ulang tentang hidup, mencintai dan dicintai oleh seseorang. Kita pun menyadari kehidupan barangkali akan menjadi hambar dan tidak berarti jika tidak ada kosakata yang bernama “Cinta”. Tapi sejauhmana sesuatu itu patut diperjuangkan ataupun bagaimana cara kita menyadari seseorang atau apapun itu untuk bisa kita namai dan maknai sebagai cinta, mungkin pelan-pelan kita perlu me-reka ulang atau memperbaiki definisi kita tentang cinta.

Lanjutkan membaca “Ketika Cinta Datang”

Sebuah Pelajaran Berharga

Islam dan terorisme, barangkali hal ini masih menjadi momok menakutkan yang terus dipelihara di sekitar kita. Banyak hal yang sudah dilakukan untuk meluruskan hal tersebut. Upaya-upaya tersebut tentunya akan memberikan petunjuk kepada mereka yang benar-benar berpikir dan menyadari bahwa agama (Islam) bukanlah sesuatu yang menakutkan. Pada dasarnya agama merupakan bagian dari landasan setiap manusia untuk berbuat dalam kehidupannya di muka bumi ini. Maka suatu hal yang miris dan bodoh jika agama (Islam) terus menerus diperlakukan sebagai agama yang membawa pertumpahan darah atau hal-hal buruk lainnya yang disematkan padanya.

Namun dalam cuplikan film “Kurbaan” berikut ini dapat memberikan sedikit gambaran kepada orang-orang yang memusuhi Islam untuk berpikir secara objektif dan menggunakan nalar secara lebih terbuka. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada mereka, membuka mata dan hati mereka. Karena sesungguhnya Islam merupakan sebuah agama rahmatan lil’alamin yang membawa keselamatan dan rahmat bagi seisi dunia. Amin ^_^

Waktu Kita Waktu Tuhan

Berapa banyak waktu yang telah kita habiskan untuk mengingat Tuhan (Allah SWT)? Hal apa saja yang telah kita lakukan untuk beribadah pada-Nya? Apakah ibadah yang kita lakukan benar-benar diniatkan untuk mendapatkan ridho-Nya? Apakah kita benar-benar yakin akan keberadaan-Nya? Kalau ya, apa buktinya? Pertanyaan ini menumpuk begitu saja dalam pikiran saya beberapa waktu menjelang Ramadhan (2013) lalu berakhir. Jawabannya mudah kita tebak. Barangkali belum banyak yang kita (saya) lakukan.

Kita masih banyak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang telah Ia berikan. Kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang bersifat keduniawi-an. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk shopping di mall. Hang-out bersama teman-teman. Menghabiskan waktu berjam-jam dengan internet ataupun handphone. Menonton tayangan TV selama 24 jam non-stop Itu baru sebahagian contoh hal bersifat keduniawi-an yang kita lakukan. Kita terjebak dalam pemikiran bahwa kegiatan atau aktivitas-aktivitas itu penting untuk dilakukan. Bahkan kita menjadikan hal tersebut sebagai rutinitas yang mesti dilakukan. Lanjutkan membaca “Waktu Kita Waktu Tuhan”

God, Full of Surprise

7a7792d0cf8116444a353ac0e265bc1cf5fa3b07_m

Ada kalanya Tuhan memberikan kejutan
Yang membuat kita tidak mampu berbuat apa-apa
Selain menerima kejutan itu
Barangkali tepat kiranya jika kita mengatakan
Hidup adalah dunia penuh kejutan
Tuhan akan memberikan sesuatu di luar dugaanmu
Saat dirimu “sepertinya” tidak mengharapkan apa-apa
Namun pada akhirnya kamu harus menerima kejutan itu
Baik kejutan itu sesuatu yang kamu inginkan
Maupun hal-hal yang kamu enggan untuk menerimanya
Kamu harus meyakinkan diri sendiri bahwa
Tuhan maha mengetahui apa yang kamu butuhkan
Dengan demikian kamu dapat menjadi lebih tenang
Itu saja
(Words for myself, 28/7/2013)

When I Grow Up

BKdGWtbCMAAglar

Tumbuh dan berkembang merupakan bagian penting dari siklus kehidupan ini. Bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua dan mati itulah siklus kehidupan yang pasti akan kita jalani. Namun di antara fase-fase itu akan ada beberapa bagian yang hilang. Entah itu karena sengaja ataupun barangkali karena kita yang sudah tak lagi terbiasa. Lanjutkan membaca “When I Grow Up”

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog