Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Kategori

Study

Bagaimana Rasanya?

Pertanyaan di atas mengegetkanku. Setelah perhelatan wisuda kemarin adik-adik (kru Suara Kampus) secara spontan menghujaniku dengan pertanyaan, pernyataan dan hal lain yang mereka utarakan. Salah satunya kalimat di atas. Menutupi kekagetanku, aku hanya tersenyum.

Beberapa detik selanjutnya aku lewatkan dengan diam. Bagaimana rasanya..??? Kalau aku diizinkan untuk berkata jujur “entahlah” mungkin itu jawabanku yang sebenarnya. Meskipun sebentuk syukur telah lama aku rangkai, jauh sebelum prosesi wisuda itu berlangsung. Pertanyaan ini jika aku jawab dengan kilat hanya akan menghasilkan “aku senang, aku bahagia” ataupun jika kesombongan menderaku “aku bangga!” Entahlah apakah jawaban di atas akan memuaskan orang-orang yang penasaran bertanya padaku, semoga saja!

Bagaimana rasanya? Hmm…Setidaknya setelah prosesi wisuda itu aku menjadi tahu bahwa pikiranlah langkah dan jalan yang sebenarnya. Apapun yang kamu kehendaki, silahkan pikirkan dan jalani! Yap, waktu akan menjadi bentuk akhir dari pembuktian tersebut.

Bagaimana rasanya? Aku masih memikirkan jawaban dari pertanyaan ini yang bahkan hingga detik ini masih aku cari kemungkinan-kemungkinan jawabannya.

^_^

Iklan

Aku Bahagia

Fiuuhhh..akhirnya setelah berkejar-kejaran dengan waktu proses perkuliahan yang aku jalani selama 4 tahun ini berakhir dengan indah. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Semua beban, was-was, cemas, sedih hilang semua (untuk sementara). Bukan hal yang gampang untuk menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi dalam waktu beberapa bulan tersebut. Terlebih mengingat diriku bukan tipe kutu buku. Malah sebaliknya, aku lebih suka bekerja diburu waktu. Waktu sekolah (SLTA/MAN) dulu, istilah SKS (Sistem Kebut Semalam) identik denganku. Namun yang lebih parah hingga masa kuliah kebiasaan jelek ini belum juga hilang.

Kerepotan-kerepotan yang semestinya tidak terjadi, malah bertubi-tubi menimpaku. Syukur kepada Allah pada akhirnya semuanya bisa berjalan dengan lancar. Kemarin prosesi wisuda pun aku jalani dengan “mengharu biru”. Apakah tantangan untuk mengembalikan ilmu pada tempatnya, alam dapat aku lakukan dengan baik?!

Semoga saja aku dapat melakukannya dengan baik. Kebiasaan-kebiasaan jelek yang selama ini aku pelihara berkurang mudah-mudahan bisa hilang, amin!

SEMANGAT!!!

Magang Selesai

Setelah lebih kurang 2 minggu “berumah” di kantor TVRI akhirnya beberapa hari yang lalu proses magang aku dan kawan-kawan usai sudah. Meski masih banyak hal yang belum kami tahu dan tak sempat dikerjakan, setidaknya itu dapat memberi gambaran selintas tentang dunia pertelevisian.
Mudah2an ini belum kesudahan dari akhir. Semoga masih berlanjut, suatu waktu…amin!

Liputan TV seru!

Setelah lebih kurang 3 tahun berkutat dengan kegiatan jurnalistik (media cetak) melalui Suara Kampus tentunya, maka beberapa hari yang lalu rasa penasaranku akan liputan media elektronik pun terobati. Selama 3 hari berturut-turut aku dan tim liputan TVRI melakukan pencarian narasumber buat deadline sore harinya.
Proses liputan dimulai pagi hari. Tepat pukul 9 semua repoter dan kameramen menuju lokasi masing-masing. Aku pun “nebeng” di salah satu mobil. Temu wicara Mnteri Pertanian, Rd. Ir. Anton Apriantono menjadi liputan pada hari pertama. Yap…temu wicara yang dilakukan di Tanjung Aur (Koto Tangah) diliput oleh para wartawan. Baik media cetak dan elektronik. Hari kedua meski cuma dapat satu berita, tetap seru. Sedangkan liputan Pada hari ketiga mengundang tanya. Para wakil rakyat di gedung DPRD Sumbar pada enggak ada. Mungkinlagi kampanye yach…?!
Magang tinggal beberapa hari lagi (waktu 2 minggu segera berakhir) semoga tetap seruuu..!!

Magang ke TVRI stasiun Sumbar!

Pfuuuhh…akhirnya setelah lebih kurang selama beberapa bulan menanti, Senin (9/2) kemrin aku dan teman-teman magang di TVRI stasiun Sumbar.
Pelaksanaan magang mahasiswa KPI untuk tahun ini sepertinya benar-benar diuji kesabarannya, mulai dari proses yang ribet di fakultas, waktu magang yang cuma 2 minggu (singkat sekaleee!), lokasi magang yang jauh, dll! Tapi seperti kata seniorku, “hidup jangan selalu mengeluh!” maka waktu magang yang singkat pun coba dimaksimalkan.
Proses magang sudah berjalan selama 2 hari. Sejauh ini semua hal masih berjalan dengan lancar dan baik (lumayan asik). Kecuali satu hal, makan siang di sana mahal bangeett..keuangan harus diperketat dech…
Oh ya..rencananya besok mau terjun ke lapangan buat cari berita, dah nggak sabar nih! Doakan sukses yach…

KKN, Bag 2

Bersosialisasi di tengah masyarakat bukanlah suatu hal yang gampang untuk dilakukan. Berinteraksi, melihat, dan memahami apa yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari mereka. Banyak kejadian menyenangkan, lucu, menegangkan dan mengherankan yang kami (terutama aku) rasakan. Mulai dari perbedaan karakter yang dimiliki oleh masyarakat di lingkungan (3 mesjid) yang jadi tanggung jawab kami, keadaan ekonomi yang miris (di sana masih banyak keluarga miskin), jumlah anak-anak yang banyak di setiap mesjid (ada yang untuk murid SD saja jumlahnya 90 lebih, kebayang kan gimana pusingnya kalau semuanya berada dalam satu mesjid), hingga satu kejadian yang bikin aku heran, ibu-ibu di sana kebanyakan lupa tanggal lahir anak-anaknya sendiri, sungguh mengherankan. Tapi meskipun lokasi aku KKN ini masih kawasan pinggir kota tetapi tantangan yang dirasakan tetap sama kok, bahkan mungkin melebihi jika dibandingkan dengan pelaksanaan KKN di daerah (pedesaan/perkampungan) lainnya. But now, it’s time to say goodbye and back to my real life….KKN akan selalu kukenang deh…!!!

Kampus Lengang

Akhirnya Senin kemarin (6/10) aku kembali ke kampus. Seperti biasa suasana kampus masih jauh dari normal. Mahasiswa yang hadir belum seberapa. Mungkin masih sibuk dengan urusan lebaran. Teman-teman dekatku pun masih banyak yang belum kelihatan batang hidungnya. Jadi deh, seharian kemarin kerjaanku cuma merhatiin mereka yang hadir, terutama mahasiswa baru. Oh ya…aku dengan 2 orang temanku (yang sudah hadir) menyempatkan diri buat silaturahmi dengan dosen-dosen. KAlau dosen sih sudah banyak yang hadir dengan tampilan yang lebih “kinclong” tentunya…!!!

Back To Campus…

Liburan lebaran dalam beberapa hari lagi bakalan sefera usai. Maka aku akan kembali dihadapkan pada rutinitas  sehari-hari, yaitu kuliah…kuliah..dan kuliah. sekarang aku dah semester 7, so…waktuku buat main-main sepertinya juga bakalan berkurang. Mau nggak mau dalam beberapa bulan ke depan aku harus serius. Soalnya orang-orang di sekitarku sudah pada nanya kapan mau kelar kuliahnya. padahal jujur…belum kepikiran mau tamat sekarang (Buru-buru) hehehe…Tapi saran adik sepupuku yang baru semester 1 “Lebih baik kelarin kuliahnya segera, agar kalau mau ngapa-ngapain bisa bebas…!” (nice advice…)

KKN Bag 1

Setelah lebih kurang 45 hari berada di lokasi KKN, akhirnya tanggal 25September kemarin aku kembali ke rumah. Pfuuhhh…perasaan lega, bahagia sekaligus sedih bercampur jadi satu. Lega karena ku bisa kembali ke “kehidupan nyata” alias nggak ada aturan yang mengikat aku. Selama KKN otomatis mau tidak mau kita harus “be nice” pada semua orang yang terdiri dari berbagai tingkah dan polah. Bahagia karena aku bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Sedih karena harus berpisah dari orang-orang yang baru aku kenal, yang notabenenya menyenangkan semua. Terutama adik-adik pesantren yang masih imut-imut.

Berada di tempat baru ternyata tidak sesulit yang selama ini aku bayangkan. Meskipun harus aku akui lokasi KKN bukan daerah yang terlalu “kampung” alias masih di pinggir kota. Namun bukan berarti tidak ada tantangan. Tantangan pertama datang dari Bapak Lurah yang melimpahkan tanggung jawab kepada kami untuk menghandle tiga mesjid sekaligus yang jaraknya pun tidak dekat. Alhasil selama pelaksanaan KKN kami bolak-balik dari satu mesjid ke mesjid lainnya. Capek…so pasti! Belum lagi tantangan mengahadapi penduduk di sekitar mesjid yang memiliki karakteristik yang berbeda. Alhasil aku dan teman-teman satu kelompok harus pandai-pandai.

Tantangan-tantangan di atas ternyata belum seberapa jika dibandingkan dengan penyesuaian diri yang harus aku lakukan untuk mengahdapi teman-teman satu lokasi, yang semuanya terdiri dari 7 orang itu. Menyatukan isi kepala sungguh merupakan satu hal yang teramat sulit. Belum lagi jika ditambah dengan tingkat sensitifitas masing-masing pribadi yang berbeda. Banyak SABAR menjadi salah satu kunci yang harus aku terapkan. Kalau bisa-bisa SAKIT (fisik dan mental).

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog