Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Kategori

Suara Kampus Corner

Langkah

Dalam setiap langkah ada yang kerap tertinggal

Bayangan, jejak

Rupa-rupa diri yang selalu gegas

Tak banyak yang ingin terucap

Hanya sebentuk bahagia dan doa

Setelah hujan turun di halaman itu

Selamat hari jadi kepadamu

Selalulah berjalan dengan kepala tegak

Semoga segala impian mewujud dalam

sosok-sosok yang silih berganti hadir

Berkunjung ke diammu…

 

*Selamat Ulang Tahun Suara Kampus ke-37. Semoga kekal, amin!  ^_^

 

Suara Kampus 37 Tahun

SDC15739.JPG
Ketika di redaksi
SDC15684.JPG
Bekal
SDC15748.JPG
Kebersamaan dan keceriaan
SDC15751.JPG
Siap-siap buat makan ^_^

Suatu Ketika di Suara Kampus

SDC15690.JPG

Rasanya baru kemarin aku duduk di deretan kursi kayu dengan cat kusam di ruangan yang asing itu. Duduk dengan pikiran tak menentu. Gelisah. Menunggu giliran. Beberapa mahasiswa yang sebaya denganku tampak lega setelah menghadapi tes yang membuat hatiku tidak karuan. Perasaan bahagia bercampur cemas, penasaran, tidak sabar dan entah apalagi menjadi satu. Ya, hari itu aku akan menjalani sebuah sesi wawancara yang di kemudian hari menjadi hal berkesan yang akan aku ingat sepanjang hidup.

Lanjutkan membaca “Suatu Ketika di Suara Kampus”

Akhir Pekan Seru di Redaksi

Akhir pekan memang menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh siapa pun. Bukan hanya sebagai akhir dari kesibukan setelah beraktifitas (kerja) selama 5 hari. Tapi juga menjadi pencerah dan melepaskan kepenatan setelah satu minggu beraktifitas. Biasanya akhir pekan akan kuisi dengan “malas-malasan” di rumah. Namun akhir pekan lalu, Sabtu (1/10) aku pun menikmatinya dengan berkunjung ke kampus.

aku dan suara kampus
aku dan suara kampus
Lanjutkan membaca “Akhir Pekan Seru di Redaksi”

Ketika Saatnya Tiba

Banyak hal dalam hidup yang tidak pernah kita ketahui. Tentang hal-hal yang ternyata pada akhirnya akan menjadi kenangan kelak. Yap, seperti keinginanku bergabung di Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kampus yang pada awalnya hanyalah sebuah peruntungan.

Bergabung di tempat yang (ternyata) tepat merupakan salah satu hal positif yang terjadi dalam diriku. Keinginan yang pada awalnya hanya sekedar untuk menyalurkan minat (menulis), ternyata berbuah manis dan mendatangkan hal-hal positif lainnya. Di antaranya, wawasan dan pemikiranku tentang berbagai hal menjadi bertambah, menjadi lebih percaya diri dalam berkarya, mendapatkan kesempatan bertemu orang-orang baru, mendapatkan “rumah kedua” dll.

Kebersamaan selama lebih kurang empat tahun tidak saja mendatangkan kenangan-kenangan indah. Namun juga berbagai pelajaran yang patut untuk diteladani. Guna memperbaiki diri. Dan setelah itu ketika saatnya tiba kita harus menghargai sisanya. Yap, apalagi kalau bukan merelakan setiap pertemuan dan kebersamaan berakhir dengan perpisahan. Meskipun, perpisahan itu memang sama sekali tidak menyenangkan!

But, show must go on! Setiap diri memiliki jalan kehidupan yang berbeda. Maka biarkanlah semua berada pada jalurnya masing-masing. Jalur yang telah ditentukan, digariskan. Dan mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu di satu titik, jalur ataupun persimpangan yang sama, yaitu KENANGAN. Bukan untuk dilupakan, disesali, ataupun hal-hal buruk lainnya tapi untuk menjadikannya sebuah makna dalam hidup dan menjadi salah satu wujud rasa syukur atas segala kemurahan hati-Nya.

NB :
Kawan-kawan Suara Kampus terima kasih sudah memberi warna dalam hidupku. “Salam dan Sampai jumpa (lagi)!” ^_^

Hidup dalam Kotak

batas
batas

Beberapa tahun lalu sebuah gedung intelektual berdiri perkasa di sudut Kota Padang. Sebuah gedung sederhana yang dapat diistilahkan sebagai rumah intelektual hijau. Tempat para calon ilmuwan berkumpul, berkompetensi dan mencari jati diri. Gerbang selamat datang pun menjadi sapaan hangat pemilik rumah bagi siapa pun yang berkenan berkunjung, bertandang ataupun berdiam agak sebentar. Rumah dengan dua buah tiang penyangga tersebut pada awalnya terlihat sangat kokoh. Namun perlahan waktu dan peristiwa menjadi penanda sebuah siklus. Siklus kehidupan dalam urutan yang tak berubah. Suka duka, senang sedih, bangga dan kecewa, nikmat atau sengsara menjadi sesuatu yang wajib untuk dilewati dan dihadapi.

Di tahun-tahun awal pendiriaanya rumah itu memang mampu bertahan. Perlahan berbagai perubahan tampak di sana-sini. Cat yang mulai pudar, jendela kaca yang mengabur tertutup debu, atap yang bocor dan meneteskan derai hujan di musim curah khatulistiwa serta retakan-retakan yang kian tampak jelas. Tentunya sebuah hal yang biasa jika kita dapati rumah dengan kondisi demikian. Namun agak memprihatinkan kiranya jika kerusakan-kerusakan “kecil” itu dibiarkan begitu saja. Terlebih jika si pemilik rumah mampu untuk “merenovasi” rumah itu.

Agaknya “hidup memang selalu menyisakan kejutan-kejutan.” Sebuah guncangan hebat di suatu senja menjadi klimaks peringatan yang lupa untuk diindahkan. Meluputkan congkak yang bersarang dalam diri. Dua tiang penyangga menjadi goyah, kaca-kaca pecah, berserakan, lorong-lorong pun gelap tak lagi bisa dilewati hingga hamparan sajadah menjadi gersang. Rumah pun luput dari sujud yang tersisanya hanyalah sebuah perasaan kalut dan takut. Sorak sorai yang memekakkan berganti sunyi yang mencemaskan
Roda kehidupan terus berputar. Tiga bulan telah berlalu, rumah itu kini hanya berteman sepi, rintik hujan, sengatan mentari serta desir angin yang sesekali menggoda tirai untuk berayun-ayun di bingkai jendela yang retak. Kepergian pemilik rumah beberapa saat pun sempat menimbulkan kisruh. Rumah itu kini hanyalah tinggal rangka. Satu-satu para penghuni mencari tempat berdiam yang baru. Jauh dari kata sengsara. Namun apa daya, dinding-dinding triplek justru menjadi pelipur diri. Tiada detik yang mesti menjadi sesal. Semua kini seragam, berdiam di dalam kotak. Meringkuk Sambil membebat luka masing-masing yang entah sampai kapan akan sembuh. Padang 20 Desember 2009

NB: Dimuat di Kolom Cerminia Tabloid Suara Kampus Edisi 109 (Januari 2010)

LPM Suara Kampus JarinG Anggota Baru

foto001foto243foto026
Regenerasi merupakan hal yang paling utama dalam sebuah organisasi. Guna mempertahankan eksistensinya maka pada tanggal 5-7 Februari lalu Lembaga Pers M ahasiswa (LPM) Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang kembali mengadakan Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar bagi calon anggota baru periode 2009/2010.Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar yang dilaksanakan di Gedung UPB tersebut diikuti sebanyak 27 orang. Mulai dari mahasiswa semester 1 hingga 5 yang berasal dari 5 fakultas yang ada.
Sebelum mengikuti pelatihan, peserta pelatihan (calon anggota baru) telah mengikuti tahapan seleksi berupa tes tulis dan wawancara (1-3 feb). Tidak hanya pengetahuan seputar jurnalistik yang diuji, tapi juga pengetahuan umum, agama dan kepribadian. Setelah dinyatakan lulus maka mereka berhak untuk mengikuti pelatihan yang diadakan selama 3 hari tersebut.
Pada hari pertama dan kedua pelatihan, calon anggota baru dibekali dengan materi jurnalistik. Seperti meliput dan menulis berita (artikel, feature, opini), teknik wawancara, manajemen redaksi, menulis karya sastra, dsb. Materi-materi yang ada disampaikan secara menarik oleh narasumber yang kebanyakan berprofesi sebagai wartawan. Di antaranya, Abdullah Khusairi, Sofyardi Bachyul, Hendra Makmur, AR. Rizal dan Iswanto JA. Kemudian pada hari ketiga sekaligus hari terakhir, para calon anggota baru dibekali dengan materi konsep diri yang mengambil tempat di luar ruangan.
Agenda rutin ini diharapkan dapat menjaring orang-orang yang memiliki minat dan bakat dalam bidang jurnalistik, Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Hendra “Acara ini hendaknya dapat memotivasi dan mewujudkan mahasiswa (wartawan) yang kritis, berkepribadian dan memiliki keberanian serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, baik internal maupun eksternal kampus***

Silaturrahmi Kelurga Besar Suara Kampus

Senin (12/1) redaksi Suara Kampus kedatangan “sanak saudara alias alumni” yang berada di rantau. Setelah Yulizal Yunus (Pak Yuyu), Abdullah Khusairi (Bang Badul), Zelfeni Wimra (Bang Wimo), M.Nasir (Bang Acil) yang acapkali bertandang ke Suara Kampus, kemarin wajah baru pun muncul yaitu Bang Roni Rahmata (Penyiar Radio KBRI). Ia merupakan salah seorang anggota sekaligus pengurus LPM Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang.
Pukul 16.30 pun acara sharing dan silaturahmi (kecil-kecilan) keluarga Besar Suara Kampus dimulai. Wejangan dan nasihat-nasighat pun meluncur dari bibir para perintis dan penggerak Suara Kampus tersebut. Seperti biasa, gelak tawa juga turut mewarnai keakraban yang sedikit demi sedikit itu mulai terbangun. Namun kesibukan dan waktu yang membatasi tak bisa diredam, hingga silaturahmi itu pun berakhir pukul 6 sore. Meskipun pertemuan dan perbincangan itu cuma sebentar, semoga semua hal baik yang diutarakan menjadi pedoman dalam melangkah…GUNAKAN PANCA INDERA, HATI DAN TETAP SEMANGAT merupakan modal awal tuk berbuat lebih bagi Suara Kampus yang telah berusia 30 tahu, November 2008 lalu.
s3021688s3021687s3021686

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog