Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rupa-rupa Perjalanan

Hidup selalu menjadi rupa-rupa perjalanan

Entah itu menuju ke dalam diri ataukah

mencari sesuatu dari luar diri

Namun kedua hal itu selalu terasa menyenangkan

DSCN0429

Mencipta Rekor Bersama IEP

Cccw9-CVIAE97Gl

Inteligensi Embun Pagi (IEP), demikian judul episode ke-6 (terakhir) dari rangkaian novel best seller Supernova karya Dewi “Dee” Lestari. Sebuah novel epik yang menjadi pamungkas dari petualangan tokoh Ferre, Bodhi, Elektra, Zarah, dan Alfa yang mencoba menyingkap tabir misteri yang ada di dalam diri mereka. Novel-novel yang hadir sebelumnya, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel, Gelombang telah lebih dulu menyapa pembaca.

Lanjutkan membaca “Mencipta Rekor Bersama IEP”

Suara Kampus TV

LPM Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang yang bergerak di bidang jurnalistik terus berupaya untuk melebarkan sayap. Setelah penerbitan tabloid, majalah, dan pembuatan usaha sablon agenda berikutnya yang sedang diupayakan oleh Pengurus beserta keluarga besar Suara Kampus adalah peluncuran/launching Suara Kampus TV. Sebagai langkah awal saat ini Pengurus LPM Suara Kampus telah memiliki link live streaming Suara Kampus TV di situs youtube.com.

Hal ini tentunya merupakan suatu hal yang patut diapresiasi. Rencana pembuatan Suara Kampus TV ini sendiri telah dipaparkan oleh Ketua LPM Suara Kampus, Yogi Eka Sahputra dalam Temu Ramah Alumni dalam rangka HUT Suara Kampus ke-37 pada bulan November 2015 lalu. Dan alhamdulillah upaya untuk menjadikan LPM Suara Kampus sebagai tempat berproses dan mengembangkan diri dalam dunia jurnalistik bagi mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang ini mendapatkan respon positif dari Rektor IAIN Imam Bonjol Padang beserta alumni dan keluarga besar LPM Suara Kampus.

Lanjutkan membaca “Suara Kampus TV”

Bedah Buku “Hati Prajurit di Negeri Tanpa Hati”

Beberapa hari lalu, tepatnya Sabtu (6/2) saya berkesempatan menjadi salah seorang pembicara dalam acara Bedah Buku Hati Prajurit di Negeri Tanpa Hati bertempat di Rest and Reading Room Toko Buku Sari Anggrek, Padang. Alhamdulillah, ini merupakan kesempatan kedua saya berbicara tentang karya sastra di depan umum. Dan seperti biasanya rasanya tetap menyenangkan. ^_^

12640343_10205791392684488_6115524580970377659_o

Buku yang saya ulas bersama tiga narasumber (pembaca inti) lainnya, yaitu Mahatma Muhammad (dramawan), Denni Meilizon (penyair/cerpenis), dan Ria Febrina (penulis) merupakan antologi puisi yang ditulis oleh ayah dan anak, Zaidin Bakry dan Sastri Bakry. Meskipun menggeluti dua profesi yang berbeda, Zaidin Bakry merupakan seorang prajurit dan Sastri Bakry berkecimpung di dunia birokrasi kedua sosok tersebut tetap menjadikan puisi sebagai suatu hal yang penting dalam hidup mereka. Hal ini terbukti dari hadirnya buku tersebut ke hadapan pembaca. Sebuah arsip berharga bagi dunia sastra Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya. Karena tidak banyak sosok bertalian darah yang sama-sama berkecimpung di ranah sastra dan kemudian menghasilkan karya.

Lanjutkan membaca “Bedah Buku “Hati Prajurit di Negeri Tanpa Hati””

“Sabtu Bersama Bapak” Sajian Istimewa Seorang Adhitya Mulya

d7604a092fabb111342f4246c5fb94ad

Good book always makes me crazy (in positive way). ^_^

Yap, membaca buku selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan. Terlebih ketika kita menemukan buku dengan isi dan penyajian yang menarik. Seperti hari ini, saat saya menamatkan buku Sabtu Bersama Bapak yang ditulis oleh Adhitya Mulya. Awalnya buku ini direkomendasikan oleh Ketua (Bos) saya di kantor. Dia mengatakan kalau buku ini bagus dan ceritanya mengharukan. Alhasil saya pun tertarik dan penasaran ingin merasakan pengalaman yang sama.

Lanjutkan membaca ““Sabtu Bersama Bapak” Sajian Istimewa Seorang Adhitya Mulya”

Ketika Cinta Datang

12687946_10205661330752216_5066047467495739058_n

“Hidup terlalu singkat untuk dilalui bersama orang yang salah.” 

Seorang sahabat lama pernah mengatakan hal demikian kepada saya beberapa waktu lalu. Sebuah kalimat yang membuat saya menjadi berpikir ulang tentang hidup, mencintai dan dicintai oleh seseorang. Kita pun menyadari kehidupan barangkali akan menjadi hambar dan tidak berarti jika tidak ada kosakata yang bernama “Cinta”. Tapi sejauhmana sesuatu itu patut diperjuangkan ataupun bagaimana cara kita menyadari seseorang atau apapun itu untuk bisa kita namai dan maknai sebagai cinta, mungkin pelan-pelan kita perlu me-reka ulang atau memperbaiki definisi kita tentang cinta.

Lanjutkan membaca “Ketika Cinta Datang”

Cahaya dan Pemanggil Kupu-kupu

Ferre memandangi sekali lagi tanaman itu. Ia sudah membulatkan tekad untuk membiarkan masa lalu bebas dan segala ikatan lepas. Barangkali tidak akan ada lagi pertemuan dengan Rana, perempuan yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap kali mereka bertatap muka. “Sampai jumpa, manis. Tidak akan ada lagi tangis. Kau tahu aku begitu menyukaimu,” ia berujar sambil diam-diam meletakkan tanaman pemanggil kupu-kupu itu. Malam kian pekat. Ferre pun gegas meninggalkan teras rumah perempuan yang merupakan cinta pertamanya.

Pagi. Rana memandangi tanaman pemanggil kupu-kupu itu dari balik tirai jendelanya. “Buddleja Asiatica.” Ia menggumam. Rana dapat mengetahui dengan baik nama tanaman itu. Tanaman yang mengingatkannya akan perjumpaan pertama mereka. Kupu-kupu dan cahaya serta Ferre, lelaki yang membuat malamnya terasa begitu nyaman. Namun ketika cahaya datang segala akan luruh. Entah itu kenangan ataupun ingatan. Tentang dirinya, lelaki itu ataupun hari-hari ketika cinta terasa begitu dekat, begitu kuat. Rana mendekat ke tanaman dengan rupa yang sangat manis itu. Daun-daun kecil dan bentuk bunga dengan warna putih yang khas.

Seketika Rana terperanjat secarik kertas dengan warna merah jambu membuat tubuhnya terasa kaku. “Malam ini, hanya ada kita. Bintang jatuh akan hadir. Selalu. Serupa pengulangan. Sebuah petualangan.” Rana melipat kembali kertas kecil itu. Ia pun menyadari seekor kupu-kupu putih hinggap di gaun pastelnya. Dan Rana tahu ke mana harus melangkah. Kini. ***

(Padang, 26/1/2016)

Yuk, Manfaatkan Masa Muda dengan Bergabung di Komunitas!

12188963_10153231684993310_4573948050410225389_n-1

Masa muda merupakan waktu di mana kita sedang penuh semangat untuk melakukan sesuatu. Termasuk dalam hal mengejar mimpi. Keinginan atau impian-impian yang hadir di dalam diri bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Memupuk impian dan mewujudkannya adalah sebuah keistimewaan yang dimiliki oleh kita, generasi muda. Usia muda haruslah digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Kegiatan yang dapat mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri, lingkungan dan tentu saja bagi orang banyak. Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk menggapai impian ataupun menyalurkan minat dan bakat yang kita miliki adalah dengan bergabung di komunitas. Komunitas secara bebas dapat diartikan sebagai wadah tempat berkumpulnya sejumlah orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama dalam meraih sesuatu. Lanjutkan membaca “Yuk, Manfaatkan Masa Muda dengan Bergabung di Komunitas!”

Duka Januari

old-clock-chain-hd-wallpaper

Tahun 2016 baru berjalan dua pekan. Namun tanpa diduga Januari yang hangat kali ini menyisakan berita duka, menyelipkan kesedihan dalam rutinitas yang kita kira akan biasa-biasa saja. Tak seorangpun berharap dia atau siapapun yang berada di sekelilingnya akan ditimpa kesedihan. Tapi setiap kesedihan atau sesuatu yang kita namakan musibah barangkali menjadi pengingat bahwa tidak selamanya kehidupan ini bahagia. Tidak selamanya kehidupan akan berjalan sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Ada kalanya kesedihan menjelma pelengkap rasa yang bersemayam di dada. Dan membuktikan bahwa yang Maha Kuasa itu benar-benar ada.

Lanjutkan membaca “Duka Januari”

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog