Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Tag

menulis

Cahaya dan Pemanggil Kupu-Kupu

(Cerpen ini dimuat di Koran Harian Singgalang, Minggu/ 4 Juni 2017)

Aku tidak tahu apakah perjalanan kali ini akan mendekatkan ataukah semakin menjauhkanku darimu. Aku kembali ke kota ini dengan segala keberanian yang kupunya. Kota di mana segala harapan dan mimpi luruh bersama cahaya. Ada rasa ragu di dalam hatiku mulanya. Namun surat terakhir yang kau kirimkan saat itu menyadarkanku bahwa kita memiliki perasaan yang kekal. Jangan kau tanya bagaimana aku bisa meyakini hal itu. Entah kau menyadarinya atau tidak, beberapa kalimat yang kau tulis saat itu mampu membangunkanku untuk keluar dari bilik sunyi yang telah membuat kita kian berjarak. Aku masih ingat kalimat-kalimat itu.

18836691_10203100285465701_3915953842133543442_o
Foto oleh : Yeni Purnama Sari 

“Ketika kau tahu debar itu masih ada, maka pada saat yang sama rasa itu juga akanberdetak pada diriku. Hanya kita yang mampu merasa dan menyelamatkan diri dari sunyi.”  

Salam hangat,

Athalia

Continue reading “Cahaya dan Pemanggil Kupu-Kupu”

Iklan

Puisi : Kata-kata yang Kembali Bergerak

Suara Alam

Ketika bulan tidak terbaca

Cuaca tidak bisa ditebak

dan kita yang tidak bisa berkata-kata

Maka perhatikanlah alam

Desau angin, kelopak bunga bermekaran,

sisa hujan semalam di daun-daun hijau

adalah segala jawab dalam diri

Pada jiwa

Pada  raga

Menghitung hari

(Padang, 28/5/2016)

CgG6z3eW4AEYGWe

 

 

Karya Pertama, Pesta Bulan Air

Alhamdulillahirrabil ‘alamin…

Rasanya sungguh melegakan ketika kita dapat “membayar hutang” pada diri sendiri ataupun membuktikan bahwa kita juga mampu untuk melakukan hal yang sama dengan orang lain. Selama kita yakin dan selalu berusaha untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, maka selalu saja ada pertolongan dari Yang Maha Kuasa (Allah SWT) untuk melancarkan segala sesuatunya.

13000159_10206579873357903_6718656716498306696_n

Setelah tertunda beberapa lama, pada Selasa, 10 Mei yang lalu akhirnya karya perdana saya yaitu “Kumpulan Puisi : Pesta Bulan Air” telah selesai dikerjakan. Penerbitan buku ini pada dasarnya merupakan bagian dari cara saya untuk menyimpan/mengarsipkan ataupun menghargai kelebihan yang saya miliki tapi yang lebih besar dari itu, buku ini merupakan obat dengan dosis tepat yang saya berikan untuk diri sendiri.

Continue reading “Karya Pertama, Pesta Bulan Air”

Mencipta Rekor Bersama IEP

Cccw9-CVIAE97Gl

Inteligensi Embun Pagi (IEP), demikian judul episode ke-6 (terakhir) dari rangkaian novel best seller Supernova karya Dewi “Dee” Lestari. Sebuah novel epik yang menjadi pamungkas dari petualangan tokoh Ferre, Bodhi, Elektra, Zarah, dan Alfa yang mencoba menyingkap tabir misteri yang ada di dalam diri mereka. Novel-novel yang hadir sebelumnya, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel, Gelombang telah lebih dulu menyapa pembaca.

Continue reading “Mencipta Rekor Bersama IEP”

Cahaya dan Pemanggil Kupu-kupu

Ferre memandangi sekali lagi tanaman itu. Ia sudah membulatkan tekad untuk membiarkan masa lalu bebas dan segala ikatan lepas. Barangkali tidak akan ada lagi pertemuan dengan Rana, perempuan yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap kali mereka bertatap muka. “Sampai jumpa, manis. Tidak akan ada lagi tangis. Kau tahu aku begitu menyukaimu,” ia berujar sambil diam-diam meletakkan tanaman pemanggil kupu-kupu itu. Malam kian pekat. Ferre pun gegas meninggalkan teras rumah perempuan yang merupakan cinta pertamanya.

Pagi. Rana memandangi tanaman pemanggil kupu-kupu itu dari balik tirai jendelanya. “Buddleja Asiatica.” Ia menggumam. Rana dapat mengetahui dengan baik nama tanaman itu. Tanaman yang mengingatkannya akan perjumpaan pertama mereka. Kupu-kupu dan cahaya serta Ferre, lelaki yang membuat malamnya terasa begitu nyaman. Namun ketika cahaya datang segala akan luruh. Entah itu kenangan ataupun ingatan. Tentang dirinya, lelaki itu ataupun hari-hari ketika cinta terasa begitu dekat, begitu kuat. Rana mendekat ke tanaman dengan rupa yang sangat manis itu. Daun-daun kecil dan bentuk bunga dengan warna putih yang khas.

Seketika Rana terperanjat secarik kertas dengan warna merah jambu membuat tubuhnya terasa kaku. “Malam ini, hanya ada kita. Bintang jatuh akan hadir. Selalu. Serupa pengulangan. Sebuah petualangan.” Rana melipat kembali kertas kecil itu. Ia pun menyadari seekor kupu-kupu putih hinggap di gaun pastelnya. Dan Rana tahu ke mana harus melangkah. Kini. ***

(Padang, 26/1/2016)

Workshop Cerpen Kompas 2015: Jangan Takut untuk Menulis!

Peserta Workshop Cerpen Kompas 2015 - Padang Panjang
Peserta Workshop Cerpen Kompas 2015 – Padang Panjang

Workshop Cerpen Kompas 2015 meninggalkan banyak kesan bagi saya. Setelah lama tidak mengikuti diklat kepenulisan, beberapa hari yang lalu kesempatan itu datang lagi. Berbeda dengan diklat yang saya ikuti sebelumnya, Diklat Haluan Media Grup dan LPM Suara Kampus (sewaktu kuliah) yang sama-sama bergerak di bidang jurnalistik, pelatihan yang saya ikuti kali ini lebih spesifik, yaitu workshop yang bertujuan untuk melatih cara menulis cerita pendek (cerpen).
Continue reading “Workshop Cerpen Kompas 2015: Jangan Takut untuk Menulis!”

Menunggu Kedatangan Seorang Sahabat

Menunggu kedatangan
Menunggu kedatangan

Tahun 2015 yang baru berjalan selama tiga bulan benar-benar menjadi tahun yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Berbeda karena pada tahun ini aku merasa mendapatkan spirit baru, pikiran-pikiran atau ide-ide terus berdatangan di kepalaku dan tahun ini aku juga merasa begitu antusias untuk mewujudkan mimpi-mimpiku. Aku merasa begitu gembira.

Saat ini aku sedang berusaha untuk mewujudkan impian-impian yang aku punya. Salah satunya adalah menerbitkan buku antologi puisi (aku benar-benar tidak tahan untuk menceritakannya ^_^). Puisi-puisi yang telah aku tulis selama beberapa tahun terakhir aku kumpulkan kembali. Dan alhamdulillah setelah aku kumpulkan ternyata puisi-puisi itu lebih banyak dari yang aku duga. Jika ditotal puisi-puisi (setelah diseleksi) yang aku punya ternyata lebih dari 100 judul.

Continue reading “Menunggu Kedatangan Seorang Sahabat”

Saran Seorang Pengarang*

Lembaran ilmu
Lembaran ilmu

Saran Seorang Pengarang begitulah judul cerita pendek (cerpen) karya Sori Siregar yang dimuat di Kompas Minggu awal Maret yang lalu. Judul yang mampu menggelitik rasa penasaran pembaca, khususnya saya. Cerpen ini sendiri menceritakan tentang dua tokoh Ikra dan Radit. Diceritakan Ikra merupakan seorang penulis senior yang berupaya untuk memberikan semangat kepada penulis muda (pemula), Radit yang karyanya baru saja dimuat sebuah media melalui cara yang blak-blakan.

Cerpen ini bagi saya terkesan unik, karena secara sepintas saat kita membaca akan terasa seperti membaca sebuah artikel. Karena dari awal hingga akhir cerita, Ikra memberikan wejangan bagaimana cara menulis (fiksi/sastra) yang baik dengan kalimat yang terus terang atau to the point. Berikut beberapa kalimat dari cerpen (ada yang saya ubah untuk kebutuhan tulisan ini) yang dapat dijadikan pedoman buat siapa saja yang saat ini sedang berjuang untuk menjadi seorang penulis. Continue reading “Saran Seorang Pengarang*”

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog