Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Tag

Renungan

Ramadhan 1438 H

Ramadhan bulan penuh berkah. Perbanyak segala yang baik dan tinggalkan segala hal buruk. Semoga kita kembali fitrah. Amin. ^_^

*Foto : http://www.pinterest.com

33fc137ebc239a8e25befa4147066859

39d36e11f577c5db089c38fb5cee8bfe

Iklan

Welcoming Myself

98d623c072091ca313d46acb66df7566

Assalamu’alaikum…

Hari ini merupakan hari pertama di tahun 2017, ketika hati ini kembali tergerak untuk mengisi ruang kosong yang ada di blog ini. Alhamdulillah banyak hal-hal baik yang terjadi dalam rentang enam bulan terakhir. Mulai dari pernikahan adik kecilku (sepupu), pernikahan para sahabat, kelahiran keponakan pertamaku (dari kakak kandung) hingga sejumlah tulisanku yang kembali dimuat di surat kabar. Meskipun tak dapat disangkal, tahun 2017 juga menghadapkanku pada sejumlah tantangan dan “kejutan” tak terduga. Tapi biarlah segala yang kurang berkenan itu saya simpan sendiri. Insya Allah dalam enam bulan ke depan saya dapat mempublikasikan kebahagian-kebahagiaan kecil maupun cerita-cerita menarik yang pantas untuk dibagikan kepada teman-teman pembaca blog ini.

Untuk postingan pertama tahun ini, semoga ini semua bisa menjadi bagian dari do’a yang membawa berkah sepanjang 2017 ini. Amin.

Wassalam,

Ade Faulina

Kehilangan : Duka Tiada Abadi

087f650b-4c0e-404c-badf-0fa0e0838a23

Selama bumi masih berputar dan kita masih bisa bernapas barangkali tidak ada satu pun dari kita yang siap dengan kehilangan ataupun terbiasa dengan duka. Kehilangan merupakan kata atau sesuatu yang sebisa mungkin kita hindari. Sesuatu yang tidak ingin kita alami. Tapi apa daya, manusia tidak bisa memilih apa yang akan terjadi pada dirinya. Kehilangan kekasih, kehilangan sahabat ataupun kehilangan keluarga dekat tidak pernah menjadi menyenangkan. Semuanya tetap sama. Meninggalkan luka yang berbekas di hati dan pikiran.

Continue reading “Kehilangan : Duka Tiada Abadi”

Suara Alam

Ketika bulan tidak terbaca

Cuaca tidak bisa ditebak

dan kita yang tidak bisa berkata-kata

Maka perhatikanlah alam

Desau angin, kelopak bunga bermekaran,

sisa hujan semalam di daun-daun hijau

adalah segala jawab dalam diri

Pada jiwa

Pada ย raga

Menghitung hari

(Padang, 28/5/2016)

CgG6z3eW4AEYGWe

 

 

Kenapa Kita Harus Kalah & Takluk oleh Satu Kegagalan?

Dalam kehidupan ini kita tidak pernah tahu ke mana takdir akan membawa kita. Tidak ada yang kekal. Apapun yang terjadi pada diri kita maupun orang lain akan selalu berputar. Ia selalu berada dalam suatu siklus. Entah itu bahagia, sedih, kecewa, marah, gelisah ataupun hal-hal lainnya yang silih berganti datang tanpa kita duga tanpa kita minta. Terkadang manusia kerap berlaku tamak. Meminta dan berharap sesuatu yang bukan miliknya. Adakalanya kita terus berupaya untuk melakukan hal-hal yang berhasil dilakukan oleh orang lain tanpa melihat kapasitas diri. Dan acapkali pula kita terombang-ambing dalam kebingungan ketika suatu keberuntungan diperoleh mereka yang kita kira justru sama tidak beruntungnya ataupun dalam perkiraan kita akan mendapati kehidupan yang lebih tidak menyenangkan.

Continue reading “Kenapa Kita Harus Kalah & Takluk oleh Satu Kegagalan?”

Rupa-rupa Perjalanan

Hidup selalu menjadi rupa-rupa perjalanan

Entah itu menuju ke dalam diri ataukah

mencari sesuatu dari luar diri

Namun kedua hal itu selalu terasa menyenangkan

DSCN0429

Ketika Cinta Datang

12687946_10205661330752216_5066047467495739058_n

“Hidup terlalu singkat untuk dilalui bersama orang yang salah.”ย 

Seorang sahabat lama pernah mengatakan hal demikian kepada saya beberapa waktu lalu. Sebuah kalimat yang membuat saya menjadi berpikir ulang tentang hidup, mencintai dan dicintai oleh seseorang. Kita pun menyadari kehidupan barangkali akan menjadi hambar dan tidak berarti jika tidak ada kosakata yang bernama “Cinta”. Tapi sejauhmana sesuatu itu patut diperjuangkan ataupun bagaimana cara kita menyadari seseorang atau apapun itu untuk bisa kita namai dan maknai sebagai cinta, mungkin pelan-pelan kita perlu me-reka ulang atau memperbaiki definisi kita tentang cinta.

Continue reading “Ketika Cinta Datang”

Duka Januari

old-clock-chain-hd-wallpaper

Tahun 2016 baru berjalan dua pekan. Namun tanpa diduga Januari yang hangat kali ini menyisakan berita duka, menyelipkan kesedihan dalam rutinitas yang kita kira akan biasa-biasa saja. Tak seorangpun berharap dia atau siapapun yang berada di sekelilingnya akan ditimpa kesedihan. Tapi setiap kesedihan atau sesuatu yang kita namakan musibah barangkali menjadi pengingat bahwa tidak selamanya kehidupan ini bahagia. Tidak selamanya kehidupan akan berjalan sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Ada kalanya kesedihan menjelma pelengkap rasa yang bersemayam di dada. Dan membuktikan bahwa yang Maha Kuasa itu benar-benar ada.

Continue reading “Duka Januari”

Mimpi Kecil

Selalu saja ada yang datang diam-diam di kepala ini

Membuat rusuh

Menjadi gaduh

Aku tidak lagi ingin minum pil-pil itu

tuk redam semua demonstrasi ini

yang tiba-tiba muncul

ingin diperlakukan istimewa

sambil coba menarik perhatian

Mimpi-mimpi kecil makin bertaburan di kepala

tanpa kutahu sediakah waktu membiarkanku laju

dan jadikanku mampu

(Padang, 12/1/2016)

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog