Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Tag

Supernova

Mencipta Rekor Bersama IEP

Cccw9-CVIAE97Gl

Inteligensi Embun Pagi (IEP), demikian judul episode ke-6 (terakhir) dari rangkaian novel best seller Supernova karya Dewi “Dee” Lestari. Sebuah novel epik yang menjadi pamungkas dari petualangan tokoh Ferre, Bodhi, Elektra, Zarah, dan Alfa yang mencoba menyingkap tabir misteri yang ada di dalam diri mereka. Novel-novel yang hadir sebelumnya, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel, Gelombang telah lebih dulu menyapa pembaca.

Lanjutkan membaca “Mencipta Rekor Bersama IEP”

Cahaya dan Pemanggil Kupu-kupu

Ferre memandangi sekali lagi tanaman itu. Ia sudah membulatkan tekad untuk membiarkan masa lalu bebas dan segala ikatan lepas. Barangkali tidak akan ada lagi pertemuan dengan Rana, perempuan yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap kali mereka bertatap muka. “Sampai jumpa, manis. Tidak akan ada lagi tangis. Kau tahu aku begitu menyukaimu,” ia berujar sambil diam-diam meletakkan tanaman pemanggil kupu-kupu itu. Malam kian pekat. Ferre pun gegas meninggalkan teras rumah perempuan yang merupakan cinta pertamanya.

Pagi. Rana memandangi tanaman pemanggil kupu-kupu itu dari balik tirai jendelanya. “Buddleja Asiatica.” Ia menggumam. Rana dapat mengetahui dengan baik nama tanaman itu. Tanaman yang mengingatkannya akan perjumpaan pertama mereka. Kupu-kupu dan cahaya serta Ferre, lelaki yang membuat malamnya terasa begitu nyaman. Namun ketika cahaya datang segala akan luruh. Entah itu kenangan ataupun ingatan. Tentang dirinya, lelaki itu ataupun hari-hari ketika cinta terasa begitu dekat, begitu kuat. Rana mendekat ke tanaman dengan rupa yang sangat manis itu. Daun-daun kecil dan bentuk bunga dengan warna putih yang khas.

Seketika Rana terperanjat secarik kertas dengan warna merah jambu membuat tubuhnya terasa kaku. “Malam ini, hanya ada kita. Bintang jatuh akan hadir. Selalu. Serupa pengulangan. Sebuah petualangan.” Rana melipat kembali kertas kecil itu. Ia pun menyadari seekor kupu-kupu putih hinggap di gaun pastelnya. Dan Rana tahu ke mana harus melangkah. Kini. ***

(Padang, 26/1/2016)

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog