Cari

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

bulan

Juli 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Sebenarnya ini postingan yang terlambat. Tapi tak apa-apalah, meskipun sedikit terlambat saya tetap mau mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H” buat semua pengunjung maupun pembaca blog ini. Semoga setelah satu bulan berpuasa (Ramadan) kita dapat meraih kemenangan yang diidamkan. Dapat menjadi diri yang lebih baik dan keimanan kita dapat meningkat. Amin.

Salah satu hal yang menjadi ciri dari Hari Raya Idul Fitri adalah bersilaturrahmi. Saling mengunjungi, saling bersalaman dan saling memaafkan. Meskipun hari raya tahun ini terasa berbeda tanpa kehadiran Etek (tante) yang berpulang jelang Ramadan, sanak keluarga tetap berupaya untuk menjaga sukacita Idul Fitri. Dan ini sekilas tentang perayaan Idul Fitri di rumah. I just wanna share it and keep this lovely picture… ^_^

20160706_172735
Bersama keluarga tercinta, minus kakak tertua yang berlebaran di kampung suaminya 

Lanjutkan membaca “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H”

Kehilangan : Duka Tiada Abadi

087f650b-4c0e-404c-badf-0fa0e0838a23

Selama bumi masih berputar dan kita masih bisa bernapas barangkali tidak ada satu pun dari kita yang siap dengan kehilangan ataupun terbiasa dengan duka. Kehilangan merupakan kata atau sesuatu yang sebisa mungkin kita hindari. Sesuatu yang tidak ingin kita alami. Tapi apa daya, manusia tidak bisa memilih apa yang akan terjadi pada dirinya. Kehilangan kekasih, kehilangan sahabat ataupun kehilangan keluarga dekat tidak pernah menjadi menyenangkan. Semuanya tetap sama. Meninggalkan luka yang berbekas di hati dan pikiran.

Kita memang tidak bisa memilih, tapi yakinlah kita masih punya kesempatan. Kesempatan untuk menerima duka dengan cara yang kita mampu ataupun kesempatan untuk tetap bersyukur bahwa kita pernah merasakan menjalani kehidupan dengan seseorang yang berarti. Salah satu kehilangan yang paling kita hindari (takuti) adalah kehilangan keluarga. Kehilangan ini bisa kita kelompokkan ke dalam dua bentuk. Pertama kehilangan dalam arti tidak lagi mengenali orang kita sayangi, baik sifat maupun karakternya. Terkadang tempaan hidup menyebabkan seseorang berubah. Mungkin anggota keluarga kita yang dulunya ramah, namun karena perlakuan buruk dari atasan menyebabkannya menjadi orang pembangkang yang merupakan imbas dari ketidakmampuannya untuk membela diri. Ataupun kehilangan dalam arti yang sebenarnya. Kita tidak lagi bisa bertemu dengan salah seorang dari keluarga kita karena ia memang sudah tidak berada di dunia ini (wafat atau meninggal).

 

Lanjutkan membaca “Kehilangan : Duka Tiada Abadi”

Atas ↑

Wahrima's Weblog

Dunia Sederhanaku!

Rara89's Weblog

Just another WordPress.com weblog